RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi penerima bantuan sosial (bansos)! Pemerintah memastikan akan kembali menyalurkan bantuan penebalan tahap keempat pada kuartal terakhir 2025.
Namun, berbeda dari sebelumnya, bantuan kali ini bukan berupa beras atau minyak goreng, melainkan stimulus tambahan yang tengah difinalisasi pemerintah pusat.
Bantuan penebalan tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang berada pada kategori desil keempat, mencakup lebih dari 30 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta kelompok pekerja.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2025 Bikin Indonesia Heboh! Ribuan Wisatawan Serbu Lombok, BRI Jadi Pendukung Utama
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo untuk memperkuat daya beli masyarakat di akhir tahun.
“Pemerintah tengah menyiapkan stimulus tambahan penebalan di kuartal keempat. Prosesnya sudah hampir final dan akan diumumkan dalam waktu satu minggu ke depan,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (4/10).
Terkait besaran anggaran yang akan digelontorkan, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah masih melakukan perhitungan detail sebelum menyampaikan nilai resmi kepada publik.
Ia juga meminta masyarakat penerima bansos PKH dan BPNT untuk bersabar menunggu mekanisme pencairan bantuan tambahan ini.
Baca Juga: Harapan Naik Gaji Pensiunan PNS 2025 Pupus Sementara, Kemenkeu Beber Alasan Belum Bisa Naik
“Masih dibahas bentuk bantuannya, apakah berupa uang tunai atau barang. Prinsipnya, penebalan ini diarahkan bagi masyarakat di desil 1 hingga 4,” imbuhnya.
Selain bansos, pemerintah juga menyiapkan serangkaian stimulus ekonomi akhir tahun untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
Salah satunya melalui Harbolnas 2025 (Hari Belanja Online Nasional) yang digelar pada 10–16 Oktober 2025, diperkirakan menciptakan permintaan hingga Rp35 triliun dan melibatkan ribuan UMKM di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Terungkap! Sejarah Spa yang Mewah dan Menyembuhkan, Dari Cleopatra Hingga Tren Wellness Modern
Tak hanya itu, sektor transportasi juga mendapat perhatian khusus. Pemerintah bekerja sama dengan operator transportasi untuk memberikan diskon besar-besaran selama periode liburan Natal dan Tahun Baru:
-
Kereta api memberikan diskon 30% untuk 1,5 juta penumpang pada 22 Desember 2025–10 Januari 2026.
-
Pelni menyiapkan potongan 20% bagi 405.000 penumpang kapal laut.
-
ASDP memberi diskon tiket bagi 227.000 penumpang dan 491.000 kendaraan pada periode yang sama.
-
Maskapai penerbangan memberikan diskon tiket 12–14% berkat dukungan PPN yang ditanggung pemerintah dan subsidi fuel charge, dengan target 36 juta penumpang.
Paket kebijakan akhir tahun ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Spa Gagal Total? Ini 8 Kesalahan Sebelum & Sesudah Spa yang Bikin Perawatan Kamu Sia-Sia!
Pemerintah optimistis, langkah ini dapat memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
“Stimulus ini bukan hanya menjaga inflasi tetap terkendali, tapi juga memberi ruang lebih luas bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah untuk menikmati momentum akhir tahun,” tutup Airlangga.
Dengan cairnya bantuan penebalan tahap keempat dan sederet insentif akhir tahun, masyarakat berpenghasilan rendah hingga pekerja formal diharapkan bisa bernafas lebih lega menghadapi akhir 2025. (*)
Editor : Ali Sodiqin