RADARBANYUWANGI.ID - Kabar gembira bagi masyarakat! Pemerintah kembali menyalurkan delapan jenis bantuan sosial (bansos) sepanjang Oktober 2025.
Deretan bansos ini menyasar jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, bantuan yang cair bulan ini mencakup bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial digital.
Berikut daftar lengkap bansos Oktober 2025:
-
Program Keluarga Harapan (PKH) – Memasuki pencairan tahap IV akhir Oktober, sementara pencairan susulan tahap II dan III masih berjalan.
-
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) – Tiap KPM menerima Rp 200 ribu per bulan, dicairkan lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
-
Bantuan Penebalan Rp 400 Ribu – Diberikan bagi KPM yang belum sempat menerima tahap sebelumnya, dicairkan satu kali.
-
Bantuan Beras 10–20 Kg – Disalurkan kepada 18,3 juta KPM. Jumlah bervariasi tiap daerah, total tetap 20 kilogram.
-
Minyak Goreng 2 Liter – Tambahan bagi penerima BPNT.
-
BLT Dana Desa/Miskin Ekstrem – Besaran Rp 200 ribu–Rp 300 ribu, waktu pencairan menyesuaikan kebijakan daerah.
-
BPJS PBI JK – Pemerintah menanggung penuh iuran kesehatan agar layanan bisa diakses gratis.
-
Program Indonesia Pintar (PIP) – Cair dua kali setahun: Rp 450 ribu (SD), Rp 750 ribu (SMP), dan Rp 1,8 juta (SMA).
Dengan cairnya delapan bansos ini, pemerintah berharap masyarakat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, hingga kesehatan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh penerima harus terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTS).
Warga dihimbau rutin mengecek status bansos lewat aplikasi resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Pendaftaran Bansos Kini Bisa Online Lewat Portal Perlinsos
Bersamaan dengan pencairan bansos Oktober ini, pemerintah juga menguji coba sistem pendaftaran bansos digital melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Warga kini bisa mendaftar sendiri atau mengusulkan tetangganya untuk mendapat bantuan tanpa harus datang ke kantor desa.
Baca Juga: Lyon vs Toulouse: Les Gones Siap Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di Groupama Stadium
Uji coba pertama dilakukan di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, sejak 2 Oktober 2025 oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP).
Sejumlah pejabat tinggi hadir, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Menurut Gus Ipul, sistem Perlinsos ini dirancang untuk menghindari subjektivitas dalam penentuan penerima bantuan.
“Yang memilih dan memilah nanti adalah sistem. Jadi, tidak ada lagi unsur bias dalam penentuan penerima bansos,” jelasnya.
Warga yang belum memiliki ponsel pintar juga tak perlu khawatir. Mereka bisa minta bantuan pendamping PKH, perangkat RT/RW, atau tokoh masyarakat untuk membantu pendaftaran.
“Cukup difoto wajahnya oleh pendamping. Semua bisa akses, tidak ada yang tertinggal,” kata Gus Ipul.
Perlinsos menghubungkan data dari Dukcapil, BKN, BPJS Kesehatan, BPN, hingga Samsat. Dengan integrasi ini, bansos diharapkan makin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Banyuwangi dipilih sebagai lokasi uji coba karena memiliki beragam kondisi geografis, dari pesisir hingga daerah pegunungan yang sulit sinyal.
“Sengaja dipilih medan berat agar sistem diuji ketangguhannya,” tutur Gus Ipul.
Digitalisasi bansos ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk menyatukan berbagai program bantuan — PKH, BPNT, BLT, dan PIP — dalam satu sistem agar lebih efisien.
Editor : Ali Sodiqin“Dengan Perlinsos, nanti bisa terlihat siapa dapat bantuan apa. Tidak ada lagi tumpang tindih,” tegas Gus Ipul. (*)