RADARBANYUWANGI.ID - PT Sumber Yala Samudra, perusahaan pengalengan ikan di Muncar, mendapatkan apresiasi dari Pemkab Banyuwangi.
Perusahaan yang ditangani David Wijaya Tjoek dinilai konsisten mempekerjakan penyandang disabilitas.
Apresiasi diberikan dalam bentuk penghargaan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam Career Expo 2025 di Banyuwangi Park, kemarin (3/10).
Apresiasi ini menjadi bentuk dukungan Pemkab Banyuwangi terhadap dunia usaha yang peduli inklusi dan pemberdayaan tenaga kerja difabel.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banyuwangi, Abdul Latif, mengatakan, PT Sumber Yala Samudra tercatat sebagai perusahaan yang paling banyak memberikan kesempatan kerja bagi para difabel.
”Langkah ini sangat positif. Kami berharap industri lain di Banyuwangi bisa mengikuti jejak PT Sumber Yala Samudra, sehingga semakin banyak peluang kerja terbuka bagi penyandang disabilitas,” ujar Abdul Latif.
PUDAM Juga Dapat Penghargaan
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi mendapatkan apresiasi tinggi atas komitmennya dalam bidang jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara pembukaan Banyuwangi Career Expo 2025 yang digelar di Banyuwangi Park, Jumat (3/10).
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada Direktur PUDAM Banyuwangi, Abd. Rahman.
PUDAM dinilai menjadi perusahaan yang mendukung program LocoCare (Local Company Care).
PUDAM tercatat sebagai perusahaan paling banyak dalam menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJamsostek.
Meyasar 250 Pekerja Informal
Direktur PUDAM Banyuwangi, Abd. Rahman menjelaskan, program yang berasal dari dana CSR ini menyasar total 250 masyarakat pekerja informal rentan yang berada di lingkungan PUDAM.
Sehingga membuat mereka yang selama ini tidak terlindungi bisa bekerja dengan tenang.
"Kami fokus pada pekerja informal di sekitar objek vital PUDAM, seperti masyarakat di sekitar objek vital sumur, tandon, kantor, hingga komunitas yang aktif berinteraksi dengan kami," ujar Rahman.
Penerima manfaat jaminan sosial ini sangat beragam. Mulai dari pedagang kecil, budayawan, hingga anggota komunitas disabilitas di Banyuwangi.Program ini bertujuan memberikan perlindungan dasar bagi mereka yang rentan.
Untuk tahap awal, jaminan ini diberikan selama satu tahun. Dalam bentuk JKK dan JKM yang menjamin keselamatan para pekerja informal tersebut.
Optimistis Terus Berlanjut
Meski pada gerakan awal bantuan tersebut hanya diberikan dalam wakti setahun, Abd Rahman optimistis program ini akan terus berlanjut.
Program ini merupakan hasil inisiasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banyuwangi untuk mendorong perusahaan dalam memberikan CSR yang lebih bermanfaat dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen agar perlindungan untuk 250 pekerja ini dapat terus diperpanjang di tahun-tahun mendatang," tegasnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Ocky Olivia mengatakan, pemberian CSR dengan jaminan sosial kepada tenaga kerja menjadi sebuah inovasi baru.
Apa yang dilakukan beberapa perusahaan seperti PUDAM diharapkan bisa menjadi cara untuk meng-cover semua pekerja terutama di segmen informal.
"Target kita tentu bisa sebanyak-banyaknya menjadikan semua pekerja terlindungi program Jaminan Sosial," pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin