RADARBANYUWANGI.ID - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus berkembang di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi.
Salah satunya yang telah beroperasi aktif adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.
Pada Kamis (2/10), KKMP Tukangkayu mendapat kunjungan istimewa. Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan & Ketenagakerjaan Bappenas/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Maliki, meninjau langsung koperasi yang berlokasi di Jalan Kepiting tersebut.
Kunjungan ini bertepatan dengan agenda pemerintah pusat terkait program digitalisasi bantuan sosial.
Maliki mengaku terkesan dengan keberadaan KKMP Tukangkayu. Menurutnya, koperasi ini sudah cukup maju.
Ia menilai layanan simpan pinjam dan gerai koperasi yang menyerupai minimarket menjadi daya tarik tersendiri.
“Saya melihat bahwa KKMP Tukangkayu ini cukup maju, dan di luar ekspektasi karena memang sudah banyak sekali yang bisa berjalan,” ujar Maliki.
Ketua Pengurus KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, menjelaskan koperasi yang dipimpinnya kini memiliki tiga gerai, yaitu gerai sembako, gerai simpan pinjam berbasis voucher belanja, dan gerai percetakan.
“Gerai sembako di sini menyediakan berbagai kebutuhan fast moving, baik food maupun non-food. Kami bermitra dengan Bulog untuk bahan pokok dan dengan Pertamina patraniaga untuk elpiji 3 kilogram dan post Indonesia karena KKMP ini juga sekaligus menjadi pangkalan elpiji,” jelas Imam.
Salah satu keunggulan Koperasi Merah Putih adalah harga sembako dan kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Harga sembako di sini lebih murah dan ada promo cash back belanja pembayaran QRiS yang sudah jadi anggota dan Punya rekening di BTN dan 217 KKMP/KDMP di Banyuwangi,’’ kata Imam.
Kalau bisa berkolaborasi berdasarkan UU koperasi nomor 25 tahun 1992 pasal 1 ayat A, kehadiran KKMP/KDMP bisa menjadi big grosir dengan harga yang lebih murah dan memutus mata rantai distributor.
”Jadi bisa lebih murah dari distributor,’’ imbuh Imam.
Permodalan koperasi didukung oleh Himpunan Bank Negara (Himbara), sementara keanggotaannya juga memanfaatkan digitalisasi dengan pendaftaran melalui google form.
Selain itu, KKMP Tukangkayu juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui produk lokal.
Gula dan kopi khas Banyuwangi dipasarkan dengan kemasan kekinian agar dapat menjangkau konsumen anak muda.
“Supaya customer di koperasi ini tidak hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda tertarik berbelanja di sini,” tutur Imam.
Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasar melalui Asisten Manajemen Bisnis, Yudha, mengatakan, pihaknya mendukung penuh keberadaan koperasi sebagai bagian dari program strategis nasional.
“Komoditas yang kami distribusikan antara lain beras SPHP sesuai penugasan pemerintah untuk stabilisasi harga, serta beras premium Punokawan yang harganya bersaing di Banyuwangi. Selain itu ada juga gula pasir dan minyak goreng,” jelas Yudha.
Keberadaan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan bukan untuk menyaingi pelaku UMKM, melainkan menjadi mitra strategis.
”Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat,’’ tandas Yudha. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin