RADARBANYUWANGI.ID - Air Waduk Bajulmati bukan hanya menyelamatkan sawah para petani Banyuwangi saat kemarau.
Waduk di kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo itu juga mulai jadi tumpuan baru ekonomi warga sekitar.
Selain menyuplai air ke 1.800 hektar lahan pertanian Wongsorejo, panorama waduk berkapasitas 10 juta meter kubik itu semakin ramai dikunjungi wisatawan.
Baca Juga: BSU 2025 Cair! Begini Cara Cek Penerima Lewat JMO, Kemnaker dan Pospay
Gugusan pulau kecil yang muncul di tengah waduk membuat banyak orang menjulukinya sebagai “Raja Ampat mini” di Jawa Timur.
Fenomena itu membawa berkah bagi warga. Beberapa penduduk membuka warung kopi dan makanan ringan di tepian waduk.
Ada pula yang menyewakan perahu kecil bagi wisatawan yang ingin berkeliling menikmati pulau-pulau kecil.
Baca Juga: 7 Weton Paling Susah Tajir, Tapi Tetap Enjoy Jalani Kehidupan! Bahagia Bukan Selalu Karena Harta
“Kalau akhir pekan, lumayan ramai. Saya bisa dapat tambahan penghasilan dari jualan minuman dingin dan mie instan,” ujar Siti Aminah (39), warga Desa Bajulmati.
Tak hanya itu, jasa fotografi dadakan juga mulai bermunculan. Para remaja lokal menawarkan bantuan memotret wisatawan dengan tarif sukarela
. “Kalau lagi ramai, bisa dapat Rp100 ribu sehari,” kata Rizal (18), salah satu pemuda sekitar.
Bagi petani, Waduk Bajulmati tetap jadi penopang utama hidup mereka.
Baca Juga: Chainsaw Man The Movie: Reze Arc Tayang di Indonesia, Ini Detailnya
Tapi bagi warga lain, waduk kini juga jadi mesin ekonomi baru yang membuka peluang usaha kecil.
Dengan peran ganda—penyelamat sawah, destinasi wisata, hingga penggerak ekonomi lokal—Waduk Bajulmati benar-benar telah menjadi berkah bagi Situbondo timur dan Banyuwangi barat. (*)
Editor : Ali Sodiqin