RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah kembali menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) pada Oktober 2025 dengan paket lengkap.
Mulai dari beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, PKH, BPNT, hingga Program Indonesia Pintar (PIP) yang cair bertahap sesuai jadwal aktivasi rekening.
Instruksi pemerintah menekankan tiga poin penting. Pertama, penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter harus dipercepat agar manfaatnya langsung dirasakan keluarga penerima.
Kedua, pencairan PKH dan BPNT wajib berjalan lancar tanpa penundaan.
Baca Juga: Kapan Megawati Hangestri Balik ke Turki? Jawaban Mengejutkan Usai Bela Bank Jatim di Livoli 2025
Ketiga, kementerian diminta mempercepat distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk penerima peralihan dari mekanisme pos.
PIP Cair Bertahap
Selain bansos reguler, Program Indonesia Pintar (PIP) juga tengah digelontorkan.
-
SMA: Siswa penerima yang telah aktivasi rekening sejak Juli 2025 menerima pencairan hingga Rp1,8 juta.
-
SMP: Pencairan susulan sudah berlangsung sesuai jadwal.
-
SD: Pencairan berjalan bertahap menyesuaikan waktu aktivasi rekening.
-
Jadwal berikutnya: Siswa yang baru aktivasi Agustus 2025 dijadwalkan cair pada Oktober 2025.
Bantuan Tambahan Pangan
Sebanyak 18,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan tambahan beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Distribusi dijadwalkan pada Oktober dan November 2025, bersamaan dengan percepatan distribusi KKS untuk 1,5 juta keluarga yang sebelumnya masih menggunakan mekanisme pos.
Baca Juga: Pengen Foto Ala Sultan di Mobil Mewah Depan Rumah? Coba Trik Gemini AI Ini, Hasilnya Bikin Melongo!
PKH dan BPNT Tahap 4
Menurut data SIKS-NG, status pencairan PKH dan BPNT bervariasi di setiap daerah. Sebagian KPM sudah mengecek saldo, sementara lainnya masih tercatat “Sudah SI”, menandakan pencairan tinggal menunggu top-up dana pemerintah.
Dengan pencairan bertahap ini, pemerintah berharap seluruh penerima bansos dapat memenuhi kebutuhan pangan dan pendidikan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil. (*)
Editor : Ali Sodiqin