RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap keempat tahun 2025.
Penyaluran bansos yang dijadwalkan cair mulai akhir September hingga awal Oktober itu, kini difokuskan pada akurasi data penerima.
Menteri Sosial Saifulah Yusuf menegaskan, bantuan hanya boleh diterima keluarga yang benar-benar berhak. Pasalnya, hasil evaluasi menemukan banyak data bermasalah.
Baca Juga: Jembatan Darurat Sungailembu Rampung, Akses Warga Pesanggaran Kembali Terhubung
“Ada 12 juta penerima yang sedang diverifikasi ulang, termasuk penerima dengan pekerjaan layak seperti pegawai BUMN, dokter, hingga pengacara,” tegasnya.
Untuk memastikan kelancaran, Kemensos mengerahkan lebih dari 33 ribu pendamping PKH di seluruh daerah.
Mereka bertugas melakukan verifikasi langsung ke lapangan (ground check) terhadap keluarga penerima manfaat (KPM).
Hasil sementara cukup mengejutkan. Tercatat 1,9 juta penerima dinyatakan tidak memenuhi syarat dan langsung dicoret.
Baca Juga: Heboh! Warga Prigen Pasang Banner Tolak Real Estate di Kaki Gunung Arjuno-Welirang
Bahkan, ada lebih dari 600 ribu penerima yang terdeteksi bermain game online terlarang.
“Bagi yang ketahuan, statusnya dicabut. Namun jika kondisinya masih benar-benar miskin, kami beri kesempatan terakhir dengan catatan tidak mengulangi,” ungkap Mensos.
Selain itu, Kemensos juga menemukan 138 ribu penerima dengan pekerjaan layak yang langsung dikeluarkan dari daftar, serta 7.854 penerima yang dinyatakan lulus (graduasi) karena kondisi ekonominya sudah lebih baik.
Langkah koreksi ini sekaligus mengatasi masalah Inclusion Error (penerima tidak berhak tapi terdaftar) dan Exclusion Error (yang berhak tapi tidak masuk daftar).
Baca Juga: Wanita Bangorejo Banyuwangi Ditemukan Tewas Hanyut di Sungai, Diduga Akibat Stroke
Kemensos mengalihkan bantuan kepada 2 juta keluarga baru yang lebih layak, sekaligus menyalurkan kembali bantuan bagi 9,5 juta penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Dengan langkah ini, Kemensos berharap bansos tahap keempat dapat benar-benar tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa bansos diterima masyarakat yang membutuhkan, bukan yang mampu,” tutup Gus Ipul. (*)
Editor : Ali Sodiqin