RADARBANYUWANGI.ID – Penerbangan perdana Wings Air rute Banyuwangi–Surabaya yang resmi kembali beroperasi pada Rabu (24/9/2025) memantik antusiasme besar, terutama dari kalangan pengusaha muda.
Mereka menilai jalur udara ini lebih dari sekadar transportasi, melainkan momentum penting yang bisa mengakselerasi perkembangan dunia usaha di Bumi Blambangan.
Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi, Ferdy Elfian, menyebut hadirnya penerbangan ini sebagai “angin segar” bagi generasi wirausaha muda.
Menurutnya, selama ini Surabaya adalah pusat gravitasi bisnis di Jawa Timur, mulai dari distribusi barang, pertemuan investasi, hingga forum pameran internasional.
“Kalau bicara Jawa Timur, Surabaya itu epicenter bisnis. Hampir semua aktivitas ekonomi besar berpusat di sana. Dengan penerbangan langsung ini, kami bisa bergerak lebih cepat tanpa terhambat jarak,” kata Ferdy penuh semangat.
Efisiensi yang Tak Tergantikan
Ferdy menceritakan pengalaman pribadi ketika harus menempuh perjalanan darat menuju Surabaya sebelum ada jalur penerbangan aktif. Perjalanan bisa memakan waktu hingga 7–8 jam, menguras energi, dan sering kali membuat agenda bisnis menjadi berantakan.
“Bayangkan saja, sehari penuh bisa habis hanya di jalan. Sekarang hanya 45 menit sudah sampai. Itu bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal bagaimana kami bisa menghemat energi, waktu, dan biaya. Efisiensi ini tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran rute ini membuat pengusaha muda Banyuwangi bisa lebih fleksibel. Mereka bisa menghadiri pertemuan pagi di Surabaya, lalu kembali di sore atau malam hari tanpa harus menginap.
“Ini benar-benar mengubah cara kami bergerak. Kami jadi lebih kompetitif, lebih adaptif,” lanjut Ferdy.
Dorongan untuk Investasi dan Kolaborasi
Tak hanya soal efisiensi, Ferdy menekankan bahwa penerbangan langsung ini berpotensi besar menarik minat investor ke Banyuwangi. Mobilitas yang lancar membuat investor lebih percaya diri untuk turun langsung melihat potensi daerah.
“Ketika akses mudah, kepercayaan meningkat. Investor tidak ragu datang. Dan begitu mereka melihat peluang, otomatis kolaborasi bisa terbangun. Itu akan membawa multiplier effect. Ada peluang usaha baru, ada lapangan kerja baru,” ujarnya.
HIPMI, kata Ferdy, memandang penerbangan ini sebagai katalis lahirnya ekosistem bisnis yang lebih matang. Para pengusaha muda kini punya jalur lebih cepat untuk membangun jejaring regional dan nasional.
Peluang Sektor Kreatif dan Pariwisata
Lebih jauh, Ferdy menyinggung dampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, anak muda yang berkecimpung di industri kuliner, fashion, dan pariwisata akan sangat diuntungkan.
Dengan ini, produk mereka bisa menjangkau Surabaya dengan lebih cepat, bahkan memperbesar peluang ekspor lewat jalur logistik udara.
“Bagi pelaku pariwisata, ini juga kabar gembira. Wisatawan dari Surabaya bisa datang lebih mudah, sekaligus membawa dampak ekonomi ke Banyuwangi. Sedangkan bagi kami pengusaha muda, ini bukan sekadar soal mobilitas, tapi soal peluang untuk naik kelas,” tandasnya.
HIPMI Dorong Kolaborasi Regional
Ferdy menegaskan HIPMI Banyuwangi siap mendukung penuh keberlangsungan jalur penerbangan ini. Ia berharap, ke depan frekuensi penerbangan bisa ditambah agar mobilitas bisnis dan wisata makin terbuka.
“Ini langkah awal, tapi sudah memberi dampak nyata. Kami percaya dengan konektivitas udara ini, pengusaha muda Banyuwangi akan lebih siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga di level regional hingga nasional,” pungkasnya.
Editor : Agung Sedana