RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kementerian Sosial memastikan pencairan bansos tahap 3 sudah mulai disalurkan sesuai jadwal.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bahkan sudah merasakan tambahan saldo di rekening mereka, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses verifikasi dan sinkronisasi data.
Pencairan PKH & BPNT Tahap 3
Program PKH dan BPNT kini memasuki Tahap 3, di mana sejumlah KPM menerima tambahan Rp900 ribu langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Tambahan ini dikhususkan untuk penerima baru PKH yang telah lolos proses validasi Kementerian Sosial.
Menariknya, beberapa KPM yang sebelumnya menerima bansos melalui PT Pos Indonesia kini sudah beralih ke KKS merah putih.
Mereka berhak mendapatkan pencairan Tahap 2 sekaligus Tahap 3, sehingga saldo yang masuk bisa lebih besar.
Namun, tidak semua penerima langsung cair. Ada sejumlah alasan bantuan tertunda, seperti:
-
Data kependudukan belum tersinkronisasi dengan sistem terbaru.
-
Keluarga tercatat memiliki saldo tabungan tinggi atau status ekonomi meningkat.
-
Tidak melakukan transaksi dalam periode tertentu.
-
Penerima terindikasi bermain game online terlarang.
-
Penerima sudah meninggal dunia.
Bantuan Tambahan Rp400 Ribu
Selain pencairan rutin, pemerintah menyalurkan bantuan tambahan Rp400 ribu pada September 2025.
Bantuan ini hanya diberikan kepada KPM yang baru beralih dari PT Pos Indonesia ke KKS merah putih atau penerima baru hasil validasi terbaru.
Baca Juga: Catat! Anak Penerima PKH dan BPNT Bisa Dapat KIP Kuliah Rp8,4 Juta per Semester, Ini Syaratnya
Penerima lama yang sudah pernah mendapat bantuan tambahan pada tahap sebelumnya tidak lagi mendapatkannya.
Program ini difokuskan untuk memastikan KPM baru benar-benar mendapatkan hak mereka di tahap awal.
Bantuan Beras 10 Kg Berlanjut
Tak hanya uang tunai, pemerintah juga memastikan bantuan beras 10 kilogram tetap berjalan hingga akhir tahun 2025.
Penyaluran dilakukan dua kali, yakni untuk periode September–Oktober dan November–Desember.
Program ini mencakup seluruh KPM, baik penerima lama maupun baru, selama masih tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kemensos menegaskan, masyarakat diminta memantau saldo KKS secara berkala dan memastikan data kependudukan sudah sesuai agar bantuan tidak tertunda.
Bagi yang belum cair, proses verifikasi dan sinkronisasi terus dilakukan agar penyaluran bansos tepat sasaran dan sesuai jadwal. (*)
Editor : Ali Sodiqin