RADARBANYUWANGI.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret 2 juta orang dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Alasannya, mereka terindikasi masuk kategori mampu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos, Joko Widiarto, menyebut posisi 2 juta orang tersebut akan digantikan oleh warga miskin lain yang sebelumnya belum tersentuh bansos.
“Sekarang pemerintah punya satu data. Di situ sudah ada tingkat kesejahteraan masyarakat. Jadi yang memang mampu, kami keluarkan dari daftar penerima,” jelas Joko di Banyuwangi, Kamis (18/9).
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT September 2025 Tahap 3, Jadwal Cair dan Nominal Lengkap di Sini!
Menurut Joko, pencoretan ini sejalan dengan pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mulai digunakan sebagai basis penyaluran bansos sejak triwulan II 2025.
DTSEN kini menjadi rujukan lintas kementerian untuk program pengentasan kemiskinan, menggantikan sistem lama yang terpecah-pecah.
Meski sudah melakukan perbaikan, Joko menegaskan pihaknya tidak akan berhenti memperbarui data agar bansos makin tepat sasaran.
Baca Juga: Tren Foto AI Hijab Viral! Begini Cara Bikin Potret Estetik ala Studio dengan Gemini AI
“Kalau berjalan sendiri, kita memang bisa cepat. Tapi kalau bersama-sama dan didukung digital, insyaallah kita bisa lebih cepat sekaligus lebih jauh,” ujarnya.
Joko juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam memperkuat digitalisasi bansos.
Masyarakat miskin yang belum terdaftar tetap bisa mengajukan bantuan melalui Dinas Sosial atau pemerintah desa.
Kini, pendaftaran dipermudah lewat sistem digital termasuk aplikasi berbasis gawai.
“Semua ini supaya bansos lebih tepat sasaran,” tegasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin