RADARBANYUWANGI.ID - Program Jagoan Banyuwangi kembali menjadi panggung lahirnya inovasi anak muda daerah.
Tahun ini, berbagai ide kreatif bermunculan. Mulai dari sektor peternakan, pangan sehat, hingga teknologi digital.
Para peserta tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Dari sektor pertanian dan peternakan,
Muhammad Sulhan, pemuda asal Kecamatan Temuguruh, menghadirkan terobosan melalui bisnis Barokah Farm House. Ia mengembangkan peternakan domba modern dengan memanfaatkan teknologi Microchip ID.
Teknologi ini memungkinkan setiap domba ditanam chip yang berfungsi merekam data penting, mulai dari animal QR codes, catatan pertumbuhan (growth record), hingga silsilah (family tree).
Semua data itu terintegrasi dengan aplikasi berbasis web yang memudahkan peternak dalam monitoring.
“Kami mengembangkan teknologi Microchip ID yang berfungsi untuk merekam data peternakan dari setiap domba yang terintegrasi dengan sistem aplikasi berbasis web, sehingga ramah lingkungan dan tidak menyakiti hewan,” jelas Sulhan.
Dengan cara ini, peternakan tidak lagi mengandalkan pencatatan manual. Data setiap hewan dapat diakses secara cepat dan akurat, sekaligus meningkatkan efisiensi serta menjaga kualitas domba yang dibudidayakan.
Sementara itu, di sektor pangan sehat, Yufi Putri Ajeng Aulifi, hadir dengan inovasi Kana Baby and Kids Meal. Bisnis ini fokus menyediakan makanan pendamping ASI (MPASI) sehat dan bergizi untuk anak usia enam bulan hingga balita.
Produk-produk Kana dirancang untuk menjawab keresahan banyak orang tua, terutama ibu yang kewalahan karena anak susah makan, tidak suka rasa tertentu, atau karena keterbatasan waktu menyiapkan makanan bergizi di rumah
Kana menawarkan MPASI dengan tekstur yang disesuaikan kemampuan anak, menggunakan bahan-bahan alami tanpa campuran tepung, serta kaya protein. Bahkan, ada varian triple prohe yang memadukan daging sapi, ayam, dan ikan dalam satu sajian.
Semua diproduksi secara homemade dengan standar kebersihan yang ketat, sehingga terjamin kualitas dan keamanannya. “Kami hadir untuk membantu meringankan beban para ibu, memberikan solusi praktis, cepat, tapi tetap sehat,” ungkap Yuvi.
Tak kalah penting, inovasi juga muncul dari sektor digital. Alvian Nur Firdaus, founder IjenDev.id, menghadirkan layanan pengembangan perangkat lunak berbasis aplikasi web, mobile, dan Internet of Things (IoT).
IjenDev.id menargetkan layanan kustom yang scalable untuk berbagai kebutuhan, mulai dari UMKM, pendidikan, hingga pertanian.
Beberapa karya Alvian yang sudah berjalan antara lain website Sekolah Adz Dzikra Banyuwangi, website Desa Digital Buringjo Malang, serta aplikasi Smart Precision Farming SITANAM yang membantu petani memantau dan mengelola lahan secara presisi.
“Kami ingin menjawab kebutuhan digitalisasi dengan solusi yang efisien, terjangkau, dan sesuai kebutuhan pengguna,” ujar Alvian. (cw5-Dalila Adinda/aif)
Editor : Ali Sodiqin