RADARBANYUWANGI.ID – Banyuwangi dipilih oleh pemerintah pusat sebagai pilot project digitalisasi program perlindungan sosial (perlinsos).
Bahkan, uji coba pendaftaran digitalisasi bantuan sosial (bansos) itu sudah diglar sejak Kamis (18/9).
Berkenaan dengan itu, pemkab terus mempercepat pendataan kependudukan di Bumi Blambangan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi menargetkan perekaman data kependudukan tuntas sebelum Oktober.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil Banyuwangi Choiril Ustadi Yudawanto mengatakan, capaian perekaman data kependudukan di Banyuwangi saat ini sudah mendekati 100 persen.
Bahkan di lima desa/kelurahan capaian perekaman sudah mencapai 99,50 persen.
Namun, dengan adanya simulasi digitalisasi program perlinsos, Ustadi mengatakan, pihaknya mendorong percepatan agar perekaman data kependudukan bisa mencapai 100 persen.
Dengan harapan, seluruh warga miskin sudah masuk dalam perekaman sebelum pelaksanaan kick off program perlinsos digital pada Oktober mendatang.
"Saat ini sudah 99 persen. Di beberapa kota tertinggi di Indonesia berada di angka 99,50 persen. Bahkan di Banyuwangi sudah ada lima desa yang melampaui capaian itu,” kata Ustadi.
Dia menambahkan, untuk menjangkau warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan, Dispendukcapil melakukan upaya jemput bola seperti lewat program camping pelayanan masyarakat kebun (Camping Embun) dan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).
Selain itu, petugas perekaman keliling juga ikut menyasar lokasi-lokasi yang warganya belum terdata.
"Kami kerahkan SDM operasional untuk keliling melibatkan desa dan kecamatan. Kami juga berikan akses kepada mereka untuk mempercepat proses perekaman,” imbuhnya.
Ustadi menuturkan, upaya tidak hanya penting untuk memastikan hak administrasi kependudukan warga, tetapi juga berperan dalam percepatan pendataan digital perlinsos.
Sekaligus validasi data 300 ribu warga tidak mampu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Ini juga upaya kita untuk mengoptimalkan pendataan di Banyuwangi sebagai pilot project digitalisasi perlinsos,” pungkasnya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin