RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus daya beli masyarakat. Salah satunya dengan intens menggelar operasi pasar di desa-desa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemkab bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Bank Indonesia (BI) Jember, dan pelaku usaha di Banyuwangi rutin menggelar operasi pasar.
“Hal ini dilakukan untuk menjaga harga bahan-bahan pokok di masyarakat. Lokasinya digilir di tiap kecamatan atau desa,” ujarnya, Kamis (18/9).
Seperti operasi pasar yang digelar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari. Pasar murah itu diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi bersama Perum Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, dan pelaku usaha lainnya.
Operasi pasar ini digelar tiga hari mulai Senin (15/9) sampai Rabu (17/9) di balai desa setempat.
Warga pun menyambut antusias pasar murah tersebut. Mereka berbondong-bondong datang untuk membeli bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga relatif lebih terjangkau.
Kepala Diskop UMP Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, operasi pasar rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga. “Kami ingin harga tetap stabil,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan dua pola. Operasi pasar mandiri bekerja sama dengan Bulog digelar setiap hari, sedangkan operasi gabungan bersama Bank Indonesia Jember dilakukan selama 3-4 hari per bulan.
Beragam bahan pokok disediakan, mulai telur dengan pasokan harian 450 kilogram (kg) selama tiga hari. Tersedia pula beras medium sebanyak tiga ton per hari yang dijual dengan harga Rp 67.500 setiap kemasan 5 kg.
Komoditas lain juga dijual, termasuk beras premium dengan pasokan 500 kg selama tiga hari dengan Rp 74 ribu per 5 kg. Ada pula beras SPHP yang mencapai 990 kg dengan harga Rp 57.500 per kemasan isi 5 kg.
Tidak hanya itu, tersedia minyak goreng sebanyak 272 liter, 45 dos mi instan, tepung 40 kg, gula pasir hingga 80 kg, serta gas elpiji tabung 3 kg.
“Masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga lebih terjangkau lewat operasi pasar yang kami gelar ini,” pungkas Nanin. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin