RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi resmi menjadi percontohan nasional program digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Program ini digagas lintas kementerian dan lembaga, melibatkan Kementerian PANRB, Kementerian Sosial, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri, serta Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Sebagai tahap awal, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Uji Coba Portal Perlinsos di Kantor Dinas Kominfo Banyuwangi, Selasa–Rabu (9–10 September 2025).
Baca Juga: Keracunan MBG Garut: Ungkap Sumber Racun di Tempe Orek, Ayam Woku, Lalapan Sayur atau Stroberi?
Kegiatan ini diikuti oleh 167 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan 25 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Bansos Lebih Tepat Sasaran
Program ini merupakan mandat Presiden untuk mewujudkan bansos yang tepat sasaran, inklusif, dan transparan melalui transformasi digital. Dengan sistem baru, masyarakat dapat mendaftar bansos mandiri lewat gawai atau dibantu oleh agen perlinsos di lapangan.
“Digitalisasi bansos ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal memastikan bantuan tepat ke yang berhak. Sistem akan menyeleksi otomatis berbasis data tunggal, sehingga lebih objektif,” ujar salah satu tenaga ahli yang hadir dalam kegiatan.
Uji Coba di Dua Lokus
Selain bimtek di Dinas Kominfo, tim gugus tugas juga menyosialisasikan program ini ke perangkat daerah di Desa Kemiren dan Kelurahan Lateng, yang ditunjuk sebagai lokus percontohan uji coba penerapan Portal Perlinsos.
Baca Juga: Belasan Siswa Garut Keracunan Massal Masih Masuk Sekolah Meski Kondisi Lemah
Langkah ini dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan perangkat desa siap mendampingi masyarakat. “Kami ingin masyarakat benar-benar mudah mengakses bansos. Warga bisa daftar hanya dalam hitungan menit, hasilnya pun bisa dipantau langsung,” jelas tim teknis DEN.
Kolaborasi Lintas Kementerian
Uji coba ini juga melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kominfo dan Persandian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, serta Dinas Dukcapil Banyuwangi. Semua pihak berkomitmen mendorong pilot project ini agar sukses, sebelum diterapkan di daerah lain.
Dengan adanya Portal Perlinsos, diharapkan tidak ada lagi keluhan masyarakat soal bansos yang salah sasaran. Banyuwangi pun diharapkan jadi model transformasi digital bansos nasional.
Baca Juga: Ribuan Guru TK dan SD Dapat Kesempatan Kuliah Gratis S1/D4, Pemerintah Siapkan Rp3 Juta per Semester
Jadwal Bimtek Perlinsos
-
9–10 September 2025
Lokasi: Dinas Kominfo Banyuwangi
Peserta
-
167 Pendamping PKH
-
25 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
Tujuan
-
Melatih agen bansos menggunakan Portal Perlinsos
-
Memastikan pendaftaran bansos lebih cepat, tepat, dan transparan
Lokus Uji Coba
-
Desa Kemiren
-
Kelurahan Lateng
Kolaborasi K/L
-
Kementerian PANRB
-
Kementerian Sosial
-
Kementerian Komunikasi & Digital
-
Kementerian Dalam Negeri
-
Dewan Ekonomi Nasional
-
Pemkab Banyuwangi
Manfaat Portal Perlinsos
- Masyarakat bisa daftar bansos mandiri lewat HP
- Pendaftaran juga bisa dibantu agen perlinsos
- Sistem digital otomatis menyeleksi data → lebih objektif
- Hasil verifikasi bisa dipantau langsung masyarakat