Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penerbangan Surabaya–Banyuwangi Kembali Dibuka 24 September, Tiket Online Sudah Bisa Dipesan!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 17 September 2025 | 12:30 WIB
Warga mencari tiket pesawat rute penerbangan langsung Banyuwangi-Surabaya di situs penyedia jasa perjalanan online, Selasa (26/9).
Warga mencari tiket pesawat rute penerbangan langsung Banyuwangi-Surabaya di situs penyedia jasa perjalanan online, Selasa (26/9).

RADARBANYUWANGI.ID – Penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi (SUB-BWX) pergi pulang (PP) dipastikan beroperasi pada 24 September mendatang.

Bahkan, tiket pesawat rute tersebut sudah bisa dipesan secara daring (online) lewat situs resmi maskapai penyedia layanan maupun melalui platform perjalanan daring.

Pembukaan kembali penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya ini diharapkan mampu meningkatkan kujungan wistawan serta meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten the Sunrise of Java.

Data angkutan udara menunjukkan, penerbangan rute Banyuwangi-Surabaya pernah mengalami masa kejayaan pada 2018–2019 lalu. Pada 2018 pergerakan pesawat mencapai 2.048 kali dengan jumlah penumpang mencapai 68.434 orang.

Di tahun 2019, pergerakan pesawat sebanyak 1.359 kali penerbangan dengan 63.505 penumpang.

Tak hanya penumpang, kargo udara pada 2019 mencapai 108.644 kilogram (kg). Angka-angka tersebut menegaskan posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang menjanjikan sekaligus pintu masuk penting bagi logistik dan mobilitas masyarakat.

Namun, pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 membawa dampak besar. Pergerakan pesawat anjlok menjadi hanya 713 kali, dengan penumpang 22.389 orang.

Tahun berikutnya kondisinya makin terpuruk, 2021 hanya mencatat 469 pergerakan dengan 10.383 penumpang.

Puncaknya, sejak 2022 hingga 2024, aktivitas penerbangan Surabaya-Banyuwangi hampir tak terdengar.

Data mencatat, pada 2024 hanya ada 34 pergerakan pesawat dan 1.197 penumpang sepanjang tahun, angka yang amat jauh dibanding masa emas lima tahun sebelumnya.

Situasi itu membuat maskapai menutup rute ke Banyuwangi. Tidak adanya kepastian okupansi membuat jalur Banyuwangi dianggap kurang menguntungkan.

Kondisi ini berdampak langsung pada dunia usaha, pariwisata, hingga masyarakat umum yang harus menempuh perjalanan lebih panjang dari Surabaya menuju Banyuwangi.

“Bandara Banyuwangi memiliki peran penting, bukan hanya untuk mendukung pariwisata, tapi juga untuk mendorong mobilitas masyarakat dan pengiriman barang. Kami berharap reoperasi ini bisa menjadi titik balik,” ujar General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Banyuwangi Johan Seno Acton Selasa (16/9).

Sektor pariwisata Banyuwangi menjadi salah satu motor utama yang diharapkan mendorong okupansi penerbangan.

Dengan kalender festival budaya yang setiap tahun menampilkan ratusan agenda, ditambah daya tarik alam seperti Kawah Ijen, Pulau Merah, hingga Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi punya modal besar untuk kembali mendatangkan wisatawan. Akses udara yang mudah diyakini akan mempercepat pemulihan. (cw5-Dalila Adinda/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#surabaya #wings air #tiket penerbangan #banyuwangi