RADARBANYUWANGI.ID - Ini kabar terbaru yang menggembirakan bagi pelanggan PLN di seluruh Indonesia.
Pemerintah memastikan tarif listrik periode 15–21 September 2025 untuk pelanggan subsidi, rumah tangga, hingga bisnis tidak mengalami perubahan.
Tarif ini masih mengacu pada keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diumumkan 29 Juni 2025 lalu.
Itu artinya, tarif listrik masih sama sejak awal 2025 dan tidak ada kenaikan di triwulan III.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan stabilitas tarif listrik menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
“PLN siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dengan menjaga pasokan listrik tetap andal serta meningkatkan mutu pelayanan,” ujarnya.
Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga
-
R-1/TR 900 VA RTM: Rp 1.352 per kWh
-
R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
-
R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
-
R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
-
R-3/TR di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Tarif Listrik Pelanggan Bisnis
-
B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
-
B-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
Tarif Listrik Industri
-
I-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
-
I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh
Fasilitas Pemerintah & PJU
-
P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
-
P-2/TM di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
-
P-3/TR penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
-
L/TR, TM, TT berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh
Tarif Pelayanan Sosial
-
S-1/TR 450 VA: Rp 325 per kWh
-
S-1/TR 900 VA: Rp 455 per kWh
-
S-1/TR 1.300 VA: Rp 708 per kWh
-
S-1/TR 2.200 VA: Rp 760 per kWh
-
S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh
-
S-2/TM di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh
Tarif Listrik Subsidi Rumah Tangga
-
R-1/TR 450 VA: Rp 415 per kWh
-
R-1/TR 900 VA: Rp 605 per kWh
Dengan keputusan ini, pelanggan subsidi—mulai dari rumah tangga miskin, UMKM, hingga industri kecil—tetap bisa menikmati tarif yang sama tanpa ada tambahan beban biaya. (*)
Editor : Ali Sodiqin