Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Beras Gratis 40 Kg per Keluarga! Pemerintah Gelontorkan Rp13,9 Triliun Demi Redam Harga dan Lindungi Warga

Ali Sodiqin • Senin, 15 September 2025 | 15:08 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani mengawali program makan bergizi gratis di SMPN 2 Rogojampi, Senin (3/2).
Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi Bupati Ipuk Fiestiandani mengawali program makan bergizi gratis di SMPN 2 Rogojampi, Senin (3/2).

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah memastikan bantuan beras untuk 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM) kembali dilanjutkan hingga Desember 2025.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menahan laju kenaikan harga beras sekaligus melindungi kelompok rentan dari dampak inflasi.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, Jumat (12/9).

Baca Juga: Bansos September–Desember 2025 Cair! Beras 40 Kg Plus PKH, BPNT, BLT hingga Rp12 Juta KIP Kuliah

“Dengan memperpanjang hingga Desember, kita berharap tekanan harga beras dapat terkendali sekaligus melindungi kelompok rentan,” tegas Zulhas, Minggu (14/9).

Bantuan akan disalurkan dalam dua tahap melalui Perum Bulog. Tahap pertama pada akhir September 2025 berupa 20 kilogram beras per KPM untuk alokasi September–Oktober.

Tahap kedua pada November 2025 juga sebanyak 20 kilogram per KPM untuk alokasi November–Desember.

Total bantuan mencapai 40 kilogram per keluarga dengan nilai setara ratusan ribu rupiah, tergantung harga beras daerah.

Baca Juga: Harga Kambing di Pasar Wringinpitu Banyuwangi Masih Murah, Ramai tapi Cepat Sepi

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp13,9 triliun untuk program ini, yang berjalan paralel dengan penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan intervensi harga di pasaran.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan, distribusi akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos agar lebih tepat sasaran.

“Ini bukti kehadiran negara. Pemerintah bergerak cepat agar rakyat terlindungi dari gejolak harga pangan,” lanjut Zulhas.

Arief optimistis distribusi kali ini akan lebih cepat, menargetkan keberhasilan seperti penyaluran bansos Juni–Juli 2025 yang mencapai 99,34 persen.

Baca Juga: Dari Jumputan Beras ke Omzet Rp12 Juta! Kisah Inspiratif Ferdiansyah Bangun Pay Farm Hidroponik Banyuwangi

Pengamat Indef Sugiyono Madelan menilai keputusan ini sangat tepat.

Pasalnya, periode September–Desember merupakan masa produksi beras terendah dalam siklus panen, terutama di tengah perubahan iklim.

“Bantuan beras sangat penting untuk stabilisasi harga dan ketahanan pangan keluarga,” tandasnya.

Dengan sinergi lintas kementerian dan dukungan penuh Bulog, pemerintah berharap ketersediaan beras tetap aman dan masyarakat tidak lagi terbebani lonjakan harga. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bantuan sosial #Bansos Beras #Beras Gratis #kpm #Menko Pangan Zulkifli Hasan