RADARBANYUWANGI.ID - Harga kambing di Pasar Hewan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo masih tergolong murah, kemarin (14/9). Tapi, kondisi pasar hewan itu tampak ramai dikunjungi oleh para penjual atau pembeli.
Pasar yang ramai itu tidak terlalu lama. Sekitar pukul 11.00, para pedagang dan pembeli sudah pada bubar dan pasar kembali sepi.
“Biasanya sepinya sekitar pukul 12.00, ini pukul 11.00 sudah sepi,” kata pengelola Pasar Hewan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Nur Qojin.
Menurut Qojin, dalam sehari ada sekitar 60 mobil pikap yang datang ke pasar sambil membawa kambing. Satu mobil bisa membawa puluhan ekor kambing untuk dijual.
“Itu yang membawa pikap, ada juga yang membawa truk, belum juga yang membawa sepeda motor,” ujarnya.
Meski pasar ramai, kata dia, harga kambing yang dijual di pasar hewan ini masih murah.
“Kalau harga kambing masih murah, berarti sejak awal Agustus belum ada kenaikan harga,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Salah satu pedagang kambing asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Winarto, 45, mengatakan, harga kambing sangat bergantung pada jenisnya. Untuk jenis tropas dan Marino, harganya masih tergolong tinggi.
“Bibitan tropas dan Marino bisa di atas Rp 1,5 juta, tergantung kualitasnya,” jelasnya.
Tapi untuk harga kambing biasa atau disebut kacangan, kata dia, harganya masih sangat murah. Untuk kambing betina siap sembelih biasanya sekitar Rp 700 ribu per ekor.
“Untuk kambing muda umur tiga sampai empat bulanan, harganya sekitar Rp 300 sampai Rp 400 ribu per ekor,” ujarnya.
Menurut Winarto, saat ini banyak orang yang menggelar hajatan. Tetapi, hal itu belum mempengaruhi harga kambing di pasar hewan.
“Sebenarnya pembelinya banyak, tapi harganya yang belum bisa naik,” ungkapnya.
Editor : Agung Sedana