RADARBANYUWANGI.ID - Harga sejumlah bahan dapur di Pasar Tradisional Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono harganya turun.
Dari sejumlah komoditas itu, yang paling menonjol harga bawang merah dan tomat.
Dalam dua pekan ini, harga bawang merah turun hingga Rp 10 ribu per kilogram. Pada dua pekan lalu, harga bawang merah Rp 40 ribu per kilogram.
Saat ini, harganya turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
“Harga bawang merah terus turun,” kata salah satu pedagang di Pasar Srono, Sukito, 52.
Menurut Sukito, harga bahan dapur yang juga turun selama sebulan terakhir ini tomat. Pada awal Agustus, harga komoditas bahan dapur ini sekitar Rp 20 ribu per kilogram.
“Saat ini harga tomat hanya Rp 3.000 per kilogram,” katanya.
Untuk harga cabai rawit, masih kata Sukito, saat ini masih stabil di harga Rp 21 ribu per kilogram.
Padahal harga cabai rawit banyak diharapkan ada kenakikan setelah Jalur Gumitir dibuka.
“Kalau cabai rawit masih stabil selama dua pekan ini, padahal diharapkan bisa naik setelah pembukaan Jalur Gumitir,” ujar pria yang sudah jualan di Pasar Srono sejak 16 tahun silam.
Tidak stabilnya harga komoditas dapur ini, lanjut dia, sebelumnya diduga karena ada penutupan Jalur Gumitir ditambah banjir di Pulau Bali. Sehingga hasil panen petani terganggu pengirimannya.
“Panenan milik petani sulit penjualannya,” terangnya.
Pedagang lain di Pasar Srono, Sri Martin, 49, mengatakan, saat banyaknya perayaan Maulid Nabi Muhammad, harga telur malah turun.
Tiga hari yang lalu, harga telur ayam Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan saat ini harganya turun menjadi Rp 28 per kilogram.
“Saat perayaan Maulid Nabi Muhammad, biasanya harga telur ayam selalu diatas Rp 30 ribu per kilogram,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (12/9).
Untuk harga sayur mayur, terang Sri Martini, rata-rata di harga Rp 3000 per kilogram. Sayuran itu seperti, kacang panjang, sayur hijau dan lainnya.
“Kecuali terong, saat ini (kemarin) harganya Rp 2000 per kilogram,” ungkapnya.
Editor : Agung Sedana