RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpilih sebagai daerah percontohan penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos).
Langkah ini dipimpin oleh Gugus Tugas Proyek Percontohan Penerapan Keterpaduan Layanan Digital pada Program Bansos di bawah koordinasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Program lintas kementerian/lembaga ini menjadi bagian dari transformasi digital nasional yang bertujuan menghadirkan bansos yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan transparan.
Baca Juga: Bikin Hidup Makin Gampang! Inilah Manfaat Google Gemini AI yang Wajib Kamu Coba Sehari-hari
Melalui digitalisasi, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat miskin yang tertinggal dari program perlindungan sosial.
PMO Gugus Tugas Digitalisasi Bansos DEN, Fathur Rahman Utomo, menegaskan Banyuwangi dipilih karena dianggap matang dalam pelayanan publik digital.
Hal itu tercermin dari Indeks SPBE (Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik), Indeks Pelayanan Publik, serta komitmen pemerintah daerah.
“Proyek ini akan jadi model reformasi birokrasi digital nasional. Semua penerima bansos akan diverifikasi lewat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga lebih akurat dan akuntabel,” ujarnya saat Bimtek TOT Pendamping PKH di Diskominfo Banyuwangi, Selasa (9/9).
Baca Juga: Bangga! 2 SMA di Banyuwangi Jadi Percontohan Sekolah Digital Jawa Timur
Menurut Fathur, sistem ini mengintegrasikan DTKS Kemensos, Regsosek Bappenas, serta data P3KE untuk meminimalkan tumpang tindih data penerima.
Nantinya masyarakat juga bisa mendaftar mandiri bansos PKH melalui Portal Perlinsos Digital.
Sementara itu, Principal Govtech Expert DEN, Rahmat Danu Andika, menambahkan Gugus Tugas juga melakukan evaluasi teknis, termasuk kendala pendamping PKH dalam mengakses Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Prinsipnya, semua dianggap pendaftar baru PKH. Jadi, verifikasi ulang dengan basis DTSEN itu wajib,” jelasnya.
Program ini akan diperkuat lewat sosialisasi ke desa-desa. Tim Gugus Tugas DEN bahkan langsung turun ke lapangan, termasuk ke Desa Kemiren, untuk survei dan uji coba implementasi.
Dengan kehadiran Gugus Tugas DEN, Banyuwangi diharapkan menjadi contoh sukses transformasi digital bansos yang modern, akuntabel, dan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan. (*)
Editor : Ali Sodiqin