RADARBANYUWANGI.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan gelombang IPO (Initial Public Offering) dari sejumlah anak usaha konglomerasi besar pada 2025.
Fenomena ini selalu menjadi sorotan karena sering kali membuka nilai tersembunyi (unlock hidden value) yang bisa mengerek valuasi induk usaha di pasar.
IPO anak usaha dinilai strategis karena memberi modal tambahan tanpa harus mengurangi porsi dana induk.
Selain itu, keterbukaan informasi dan tata kelola yang wajib dipenuhi pasca-IPO biasanya menambah kepercayaan investor terhadap grup secara keseluruhan.
Namun, sentimen positif ini juga bisa dibayangi risiko. Investor kerap mencermati potensi dilusi nilai atau prospek bisnis anak usaha jika IPO dianggap kurang menarik.
Berikut daftar anak usaha konglomerat yang masuk radar IPO tahun 2025:
1. Emas Pani – Anak Usaha Merdeka Copper Gold (MDKA)
Proyek emas raksasa di Gunung Pani, Sulawesi, siap melantai di BEI September 2025. IPO ini digadang-gadang bakal jadi yang terbesar tahun ini, mengalahkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) milik Prajogo Pangestu.
Dengan cadangan lebih dari 7 juta ounces, Emas Pani diproyeksikan jadi salah satu tambang emas primer terbesar Asia Pasifik.
2. Griya Idola – Barito Pacific Group
Setelah CDIA sukses IPO, giliran PT Griya Idola yang dirumorkan bakal menyusul. Anak usaha Prajogo Pangestu di sektor properti ini memiliki lahan strategis di Subang (1.200 hektare) dan proyek perumahan di Tangerang.
3. Superbank – Grup Emtek
Bank digital milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini dikabarkan mengincar valuasi hingga Rp4,8 triliun. Superbank sudah berhasil membalik rugi menjadi laba pada kuartal I-2025, memicu optimisme investor.
4. Vidio – Platform Streaming Grup Emtek
Setelah sukses jadi salah satu layanan OTT terbesar di Indonesia, Vidio menyiapkan langkah besar dengan IPO. Dana segar dari pasar modal akan dipakai untuk memperluas jumlah pelanggan hingga delapan juta dalam 2–3 tahun ke depan.
5. Summarecon Investment Property (SIP) – Anak Usaha SMRA
Anak usaha PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) ini bergerak di sektor investasi properti. IPO ditargetkan menggalang dana hingga US$200 juta, dengan dukungan tiga penjamin emisi internasional dan lokal.
6. blu BCA – Anak Usaha Bank Central Asia (BBCA)
Meski fokus memperkokoh bisnis, bank digital blu BCA juga masuk radar IPO. Sejak berdiri lima tahun lalu, blu sudah mencetak laba dan terus mengembangkan ekosistem digital.
7. Anak Usaha Harum Energy & Grup Haji Isam
Dua grup besar energi ini disebut-sebut tengah mempersiapkan IPO anak usahanya, meski nama perusahaan belum resmi diumumkan.
Dengan deretan nama besar tersebut, 2025 diprediksi menjadi tahun panas bagi pasar modal Indonesia.
Investor disarankan mencermati prospektus resmi tiap emiten untuk menilai peluang sekaligus risiko sebelum berburu saham IPO. (*)
Editor : Ali Sodiqin