RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas di Indonesia kembali mencetak rekor.
Per Minggu (7/9/2025), emas batangan Antam dipatok Rp2.143.000 per gram, disusul UBS Rp2.075.000 per gram, dan Galeri 24 Rp2.050.000 per gram.
Ketiganya kompak melesat melewati level Rp2 juta per gram.
Namun, lonjakan harga emas batangan justru membuat emas perhiasan semakin dilirik masyarakat.
Baca Juga: Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Kompak Tembus Rp2 Juta, Antam Hampir Rp2,2 Juta per Gram!
Selain lebih terjangkau untuk nominal kecil, emas perhiasan memiliki nilai tambah: bisa dipakai sehari-hari sekaligus jadi tabungan jangka panjang.
Di sejumlah toko emas, permintaan gelang, cincin, dan kalung emas 24 karat maupun 22 karat mulai meningkat.
Banyak pembeli memilih ukuran gramasi kecil, mulai dari 1–5 gram, sebagai cara “menabung emas” yang lebih fleksibel dibanding membeli emas batangan ukuran besar.
Menurut pelaku pasar, tren ini wajar karena emas perhiasan dianggap lebih likuid.
Masyarakat bisa menjual kembali kapan saja di toko emas, meskipun ada potongan ongkos produksi.
“Bagi konsumen, yang penting emasnya nyata, bisa dipakai, dan tetap jadi simpanan aman,” ujar seorang pedagang emas di Jakarta.
Baca Juga: Haji Sudah, Ngaji Jalan Terus, Alumni Sabilillah Tak Lupa Silaturahmi
Meski harga emas dunia dipengaruhi pelemahan dolar AS dan kebijakan global, di dalam negeri kenaikan ini memicu pergeseran preferensi.
Investor bermodal besar tetap memburu emas batangan Antam, Galeri 24, maupun UBS.
Sementara investor ritel dan ibu rumah tangga kini semakin gandrung mengoleksi perhiasan emas. (*)
Editor : Ali Sodiqin