RADARBANYUWANGI.ID - Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan pada Sabtu, 6 September 2025.
Pantauan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan drastis, sementara sebagian lain bergerak stabil atau turun tipis.
Cabai merah keriting menjadi sorotan utama dengan kenaikan hampir 20 persen, menyentuh harga Rp52.950 per kilogram, sementara cabai merah besar melonjak 9,8 persen ke level Rp49.750 per kilogram.
Kenaikan ini diperkirakan dipicu oleh pasokan yang terbatas menjelang musim panen selanjutnya.
Daging ayam ras segar juga naik tajam, mencapai Rp40.400 per kilogram, melonjak lebih dari 10 persen dibandingkan sehari sebelumnya.
Daging sapi kualitas 1 naik 5,53 persen menjadi Rp147.900 per kilogram, sementara kualitas 2 menyusul naik 3,18 persen ke Rp136.450 per kilogram.
Minyak goreng curah ikut naik ke Rp19.350 per kilogram, bertambah 4,31 persen, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 1 dan 2 masing-masing berada di Rp23.100 dan Rp21.850 per kilogram.
Gula pasir kualitas premium dan lokal naik 3,53 persen dan 0,82 persen, masing-masing menjadi Rp20.550 dan Rp18.350 per kilogram.
Bawang merah ukuran sedang diperdagangkan Rp50.150 per kilogram, naik 0,91 persen, sementara bawang putih ukuran sedang naik 1,51 persen menjadi Rp40.250 per kilogram.
Sedikit berbeda, cabai rawit hijau mengalami penurunan 0,56 persen ke Rp44.050 per kilogram, dan cabai rawit merah turun 1,23 persen menjadi Rp48.250 per kilogram.
Beras kualitas bawah, medium, dan super memperlihatkan pergerakan harga yang relatif stabil dengan beberapa kenaikan minor, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp17.200 per kilogram.
Sedangkan telur ayam ras segar naik 2,81 persen menjadi Rp31.100 per kilogram.
Lonjakan harga-harga pokok ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap inflasi harian, terutama menjelang hari besar atau musim panen yang belum tiba.
Para pakar menyarankan agar konsumen memantau tren harga harian dan melakukan perencanaan belanja yang lebih matang untuk menghadapi fluktuasi pasar.
Editor : Agung Sedana