RADARBANYUWANGI.ID - Harga beras nasional terus merangkak naik. Awal September 2025, harga beras premium dan medium masih bertahan di atas harga eceran tertinggi (HET). Kondisi makin pelik lantaran stok di sejumlah ritel modern menipis.
Data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Jumat (5/9) menunjukkan, rata-rata harga beras premium secara nasional mencapai Rp16.113 per kilogram (kg).
Baca Juga: Harga Gabah di Banyuwangi Tembus Rp7 Ribu Per Kilogram, Cuan Rp10 Juta Sekali Panen
Angka itu lebih tinggi 8,14 persen dari HET nasional Rp14.900 per kg. Bahkan di zona 3, harga premium tembus Rp18.500 per kg, jauh di atas HET Rp15.800 per kg.
Beras medium pun ikut terkerek. Harga rata-rata nasionalnya tercatat Rp13.873 per kg, atau 0,59 persen di atas HET Rp13.500 per kg.
Padahal, Bapanas baru saja menaikkan HET beras medium lewat Keputusan Kepala Bapanas No. 299/2025.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Tembus Rp2 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya!
Kelangkaan beras premium di ritel modern makin terasa setelah kasus beras oplosan mencuat ke publik.
“Pasokan makin susut, masyarakat jadi kesulitan mendapatkan beras premium,” ujar salah satu pengelola ritel di Jakarta.
Selain beras, harga sejumlah bahan pangan lain juga bergerak bervariasi.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 5 September 2025: Antam, UBS, dan Pegadaian Tembus Rekor, Waspada Tren Baru!
Cabai rawit merah turun menjadi Rp44.024 per kg, bawang merah justru naik ke Rp42.720 per kg, sementara gula konsumsi tembus Rp18.069 per kg.
Minyak goreng curah masih tinggi di Rp17.441 per liter, atau 11,09 persen di atas HET Rp15.700.
Kondisi ini membuat beban belanja rumah tangga semakin berat.
Pemerintah diminta segera melakukan intervensi, agar harga pangan kembali stabil dan masyarakat tidak semakin tertekan. (*)
Editor : Ali Sodiqin