RADARBANYUWANGI.ID - Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 bagi guru PAUD nonformal mulai dicairkan.
Namun, kabar gembira itu ternyata tidak sepenuhnya manis. Pasalnya, dana yang diterima tidak penuh Rp600 ribu sebagaimana yang dijanjikan pemerintah.
Sejumlah guru mengaku hanya menerima sekitar Rp400 ribuan. Hal itu disebabkan adanya potongan dan saldo mengendap di rekening sebesar Rp100 ribu.
Baca Juga: BSU 2025 Rp600 Ribu, Ini Cara Aman Cek Status Penerima Agar Tidak Jadi Korban Penipuan
“Uang masuk yang ditransfer Rp564 ribu, itu BSU. Tapi ada potongan lain, termasuk harus ada saldo mengendap Rp100 ribu. Jadi terima-terima cuma Rp400 ribuan,” ujar salah satu guru PAUD, Selasa (2/9).
Ia menuturkan, pencairan berlangsung cepat setelah melakukan aktivasi rekening di salah satu bank BUMN.
Namun sebelumnya, guru penerima harus melengkapi sejumlah syarat, termasuk kepemilikan NPWP.
Baca Juga: Cek BSU 2025 Online: Langkah-Langkah Resmi agar Dana Rp600 Ribu Masuk Rekening
“Karena belum ada NPWP, jadi urus dulu. Habis itu ke bank bawa KTP, NPWP, salinan SK penerima atau bukti dari Info GTK, plus materai Rp10 ribu. Baru uangnya bisa cair,” terangnya.
Berikut langkah pencairan BSU Rp600 ribu bagi guru PAUD:
-
Periksa status penerima di Info GTK
-
Unduh dan tandatangani SPJTM bermeterai Rp10 ribu
-
Cek nomor SK BSU serta rekening di Info GTK
-
Ambil SK BSU fisik di Dinas Pendidikan setempat
-
Lengkapi dokumen sesuai ketentuan
-
Aktivasi rekening di bank penyalur
-
Cetak buku tabungan dan ATM untuk pencairan
Meski demikian, potongan dana dan saldo mengendap tetap menjadi sorotan para guru penerima BSU.
Mereka berharap pemerintah memberi kejelasan agar bantuan benar-benar utuh diterima sesuai yang dijanjikan. (*)
Editor : Ali Sodiqin