RADARBANYUWANGI.ID – Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Sabtu (30/8), GPM digelar serentak di 25 kecamatan. Kegiatan ini
melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan, dan Perum Bulog.
Selama berlangsung GPM, Banyuwangi menyalurkan sekitar 49,05 ton beras, 2.115 liter minyak goreng, dan 1.440 kilogram gula pasir.
Gerakan pangan murah ini tidak berhenti di hari ini saja. Sebetulnya, sejak Juli lalu program GPM sudah rutin digelar di berbagai titik dan akan berlangsung hingga Desember sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Bulog serta TNI-Polri. GPM merupakan bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menjadi tugas Bulog.
”Sejak awal Januari, Pemkab bersama Bulog dan TNI-Polri rutin menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Bulog Banyuwangi menargetkan penyaluran beras SPHP sebesar 12.500 ton pada Juli hingga Desember 2025. Sampai tanggal 29 Agustus, realisasinya sudah mencapai 538,58 ton,” ujar Pj Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo.
Bahan pokok tersebut dijual dengan harga terjangkau. Misalnya beras SPHP ukuran lima kilogram dijual seharga Rp57.500, minyak goreng Rp 15.500 per kilogram, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Guntur menambahkan, Banyuwangi selama ini merupakan salah satu daerah lumbung pangan nasional.
Surplus produksi beras selalu terjadi setiap tahun dengan jumlah yang cukup signifikan.
Sejak Januari hingga Juli 2025, produksi beras Banyuwangi mencapai 310.138 ton. Sementara konsumsi masyarakat sekitar 96.099 ton.
Jadi, surplusnya masih 214.039 ton. Capaian tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang ingin memastikan ketahanan pangan nasional terjaga.
”Banyuwangi siap mendukung arahan Bapak Presiden di sektor pangan,” tegasnya.
Menurut Guntur, ekosistem beras di Banyuwangi sudah mulai terbangun dengan baik. Sehingga harga beras tetap terjaga.
“Dilihat dari kondisinya, Banyuwangi dalam kondisi cukup aman, harganya masih terkendali,” katanya.
Turut hadir dalam Gerakan Pangan Murah serentak nasional Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol (Arh) Joko Sukoyo, dan Kepala Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasari. (cw5-Dalila Adinda/aif)
Editor : Ali Sodiqin