Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kokoon Hotel Hadirkan Culinary Of Blambangan: Padukan Atraksi Seni Budaya dan Kuliner Khas Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:00 WIB
BARONG PREJENG: Tamu dan wisatawan dapat menikmati makanan dan minuman di Garden Kokoon Hotel Banyuwangi sambil menyaksikan atraksi kesenian khas Banyuwangi.
BARONG PREJENG: Tamu dan wisatawan dapat menikmati makanan dan minuman di Garden Kokoon Hotel Banyuwangi sambil menyaksikan atraksi kesenian khas Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Kokoon Hotel Banyuwangi menghadirkan perpaduan atraksi seni budaya dan sajian kuliner khas Banyuwangi.

Bertajuk “Culinary Of Blambangan: Authentic Local Flavors” ajang ini digelar pada Sabtu (23/8).

Acara yang digelar di Garden Kokoon Hotel Banyuwangi tersebut, menampilkan food stall seperti; Pecel Ayu, Rujak Soto Dinasti.

Ada juga A n Z Handmade, UKM Center Q, serta talent dari Kokon Hotel Banyuwangi.

Para tamu juga disuguhi berbagaig pertunjukan seni, mulai tari Jejer Gandrung, Barong Prejeng, hingga musik tradisional dan treatikal yang menceritakan tentang asal-usul Banyuwangi.

Uniknya, semua penampil pertunjukan seni tersebut adalah karyawan Kokoon Hotel Banyuwangi.  

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi Weni Kristanti mengatakan, Culinary Of Blambangan digelar untuk merayakan kekayaan budaya dan kuliner Banyuwangi.

“Kami ingin melestarikan warisan budaya dan mendukung UMKM lokal serta memperkenalkan cita rasa Banyuwangi,” ujarnya.

PECEL AYU: Plt Kepala Disbudpar Taufik Rohman didampingi General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi Weni Kristanti berkeliling meninjau food stall UMKM yang meramaikan Culinary Of Blambangan.
PECEL AYU: Plt Kepala Disbudpar Taufik Rohman didampingi General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi Weni Kristanti berkeliling meninjau food stall UMKM yang meramaikan Culinary Of Blambangan.

Di tengah situasi kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah, Weni mengungkapkan industri perhotelan dituntut untuk terus kreatif dan berinovasi agar dapat bertahan dan berkembang.

“Hotel tidak hanya sebagai akomodasi, tapi juga menjadi destinasi seni budaya,” terangnya.

Dengan konsep one stop servise ini, tamu pastinya akan merasakan layanan lengkap mulai dari hiburan hingga kuliner dalam satu tempat.

“Seni budaya berkembang, begitu juga UMKM yang kita gandeng perputaran ekonomi akan lebih sehat ke depannya,” jelas Weni.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Taufik Rohman yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi terhadap inisiatif Kokoon Hotel Banyuwangi. “Ini luar biasa, acara ini patut ditiru oleh hotel-hotel lain di Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut Taufik, jika kegiatan seperti ini digelar rutin dan terjadwal oleh setiap hotel, maka wisatawan tidak lagi bingung mencari hiburan seni budaya beserta kulinernya.

“Hotel bisa menjual konsep serupa kepada masyarakat dan Banyuwangi akan semakin dikenal sebagai destinasi seni budaya sekaligus kuliner,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Hotel Kokoon #atraksi seni #Kuliner #banyuwangi