RADARBANYUWANGI.ID - Animo pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berpartisipasi dalam Community and Food Day (CFD) di sepanjang Jalan A. Yani sangat tinggi.
Setiap Minggu pagi, deretan stan kuliner, wahana bermain, dan produk lain memenuhi trotoar jalan.
Ribuan orang tumpah ruah di jalan untuk menikmati suasana pagi kota Banyuwangi. Ada yang jogging dan berburu kuliner.
CFD di Jalan A. Yani dibuka setiap Minggu pagi hingga pukul 10.00. Tingginya animo pelaku UMKM, mengundang perhatian tersendiri bagi Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi.
Instansi yang berkaitan dengan pelaku UMKM itu mulai mempertimbangkan perluasan area CFD. Sebab, ada ratusan UMKM yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk bisa berjualan di kegiatan tersebut.
Lokasi CFD di Jalan A. Yani memanfaatkan jalan sepanjang 750 meter. Rinciannya, 250 meter dipakai aktivitas olahraga oleh masyarakat.
Sisanya sekitar 500 meter digunakan para pedagang untuk berjualan. Mulai dari depan eks kantor Pengadilan Agama Banyuwangi sampai ke depan SMPN 1 Banyuwangi.
"Hingga saat ini sudah ada 222 pedagang di CFD. Sebanyak 200 lapak untuk jualan kuliner dan 22 lainnya produk fesyen serta suvenir," kata Kepala Diskop-UMP Banyuwangi, Nanin Oktaviantie.
Dia menambahkan, jumlah tersebut sudah disesuaikan dengan kapasitas dan kenyamanan di lokasi berjualan.
Jika tidak dibatasi, jumlah pedagang bisa lebih dari 300 stan. Nanin mengungkapkan, tingginya minat pelaku UMKM berjualan di CFD harus diikuti dengan aturan ketat.
"Jika tidak distop, bisa sampai 300 lebih. Sementara ini, ada sekitar 150 UMKM yang kita masukkan daftar tunggu," imbuhnya.
Nanin menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada perluasan lokasi pelaksanaan CFD.
Namun, untuk saat ini, pihaknya masih akan memperkuat pondasi CFD. Salah satunya dengan melakukan evaluasi terkait kualitas dagangan para pelaku UMKM.
Produk-produk yang tidak laku atau kurang laku akan mendapat pendampingan.
Sudah ada pihak yang siap mendukung para pedagang agar bisa menyajikan dagangan yang lebih kreatif.
"Yang daganganya diminati, biasanya jam 8 sudah habis. Kalau untuk perputaran uang, kita belum menghitung keseluruhan. Yang melapor kurang dari 30 persen dengan perputaran uang sekitar Rp 75 juta per hari," ungkapnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin