RADARBANYUWANGI.ID - Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan kompleks bersejarah Gedung Inggrisan terus dikebut setelah sempat tertunda akibat perubahan nomenklatur di Kementerian Pekerjaan Umum.
Hingga pekan ketiga bulan Agustus, progres revitalisasi pasar yang ditargetkan menjadi landmark baru di Bumi Blambangan itu sudah mencapai 50 persen.
”Pengerjaan konstruksi struktur baja di sisi selatan dan utara sudah selesai. Saat ini, pembangunan memasuki tahap finishing, seperti pemasangan atap, ornamen, cor lantai dua, dan penataan area parkir tingkat,’’ ujar Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono usai meninjau pembangunan Pasar Banyuwangi bersama Dinas PUCKPP didampingi pelaksana proyek, Jumat (22/8).
Dikatakan Mujiono, revitalisasi Pasar Banyuwangi ditarget rampung pada akhir Oktober atau November 2025.
Dengan demikian, para pedagang yang saat ini berjualan di tempat relokasi gedung wanita segera pindah ke tempat yang baru. "Kami prioritaskan Pasar Banyuwangi dulu.
Setelah selesai, pedagang bisa pindah, tapi lokasi yang lama (gedung wanita) dibersihkan dulu, jadi bisa kembali ke fungsinya,’’ kata Mujiono.
Pasar Banyuwangi nantinya akan dikelola langsung oleh Pemkab. Namun, untuk pengelolaan Gedung Inggrisan, belum ada nota kesepahaman (MoU) yang disepakati.
Pemkab berencana berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya untuk menentukan sistem pengelolaan yang paling baik.
"Nanti kita koordinasi dengan Kodam, apakah dikelola bersama atau dikelola TNI AD. Yang jelas, kita kembalikan serupa agar punya nilai historis dan menjadi destinasi wisata untuk menambah nilai,’’ tegasnya.
Terkait revitalisasi kompleks Inggrisan, lanjut mantan Sekkab Banyuwangi itu, masih terus berjalan.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembongkaran bagian yang rusak dan penggantian material, seperti kayu yang keropos. Tujuannya untuk mengembalikan bangunan Inggrisan ke bentuk aslinya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin