Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ngalap Rezeki HUT RI di Banyuwangi, Penjual asal Bandung Panen Cuan! Jual Bendera One Piece?

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:02 WIB
Warga Bandung panen cuan berjualan bendera Merah Putih di Banyuwangi.
Warga Bandung panen cuan berjualan bendera Merah Putih di Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi tampaknya dianggap sebagai pasar strategis untuk penjualan umbul-umbul dan bendera Merah Putih.

Buktinya, setiap memasuki bulan Agustus, kota di ujung timur Pulau Jawa ini selalu diserbu pedagang asal Bandung, Senin (4/8/2025).

Salah satu pedagang asal Kota Kembang, Yudi Kurnia (21), mengaku sudah empat kali momen kemerdekaan berjualan bendera di Banyuwangi.

“Sudah empat kali ini, dulu sempat mangkal di Jajag, kemudian di Genteng,” katanya saat ditemui di lokasi jualannya di perbatasan Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, dengan Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu.

Yudi mengaku tidak sendirian. Ia merantau dari Jawa Barat ke Banyuwangi bersama tujuh rekannya.

Delapan pedagang bendera itu tinggal dengan mengontrak rumah di Desa/Kecamatan Gambiran.

“Semuanya menyebar, jualannya tidak jadi satu. Ada yang di Jajag, ada yang di Bulog (Genteng Wetan), ada yang di (Desa) Setail,” katanya seraya menyebut rombongannya datang ke Banyuwangi sejak akhir Juli lalu.

Yudi punya alasan kenapa selalu memilih Banyuwangi sebagai lokasi berdagang. Ia menyebut daya beli masyarakat yang tinggi menjadi dorongan besar baginya, terlebih di peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 kali ini.

Menurutnya, instruksi pemerintah daerah agar setiap kampung memasang bendera Merah Putih turut meningkatkan penjualannya.

“Pembelinya banyak yang warga kampung biasa, katanya memang disuruh pasang bendera di sepanjang jalan,” terangnya.

Menurut Yudi, dalam periode jualan sejak akhir Juli hingga sebelum tanggal 17 Agustus, tidak pernah sekalipun dagangannya sepi pembeli.

Setidaknya lima bendera terjual setiap hari.

“Sehari bisa dapat uang Rp 500 ribu. Di sini daya beli benderanya jauh lebih tinggi dibanding daerah lain,” paparnya.

Pemuda yang di hari biasa berjualan oleh-oleh khas Bandung itu mengaku belakangan ini kerap mendapat pertanyaan nyeleneh dari calon pembeli.

Banyak dari mereka yang menanyakan bendera tengkorak berwarna hitam (bendera anime One Piece).

“Saya sempat bingung, saya bilang tidak jual. Pas saya cari tahu di TikTok, ternyata memang sedang viral,” tandasnya.

Bendera yang merujuk pada serial anime One Piece, jelas dia, adalah simbol tengkorak dengan dua tulang bersilang yang digunakan oleh bajak laut sebagai identitas mereka.

Dalam konteks ini, bendera itu dikibarkan oleh sebagian masyarakat sebagai ekspresi kekecewaan terhadap kinerja pemerintah, dan sebagai bentuk perlawanan terhadap kondisi sosial-politik yang ada.

“Katanya yang beli mau dipasang di truk, tapi karena tidak ada, ya tidak jadi beli,” terangnya.

Pedagang asal Bandung lainnya, Sudrajat (33), mengatakan omzet penjualannya selalu tinggi setiap kali berjualan bendera di Banyuwangi.

“Saya bisa bawa uang Rp 2 juta setengah bulan jualan. Itu sudah bersih, dipotong ongkos pulang, kos, dan makan,” kata pria yang berjualan di Desa Setail, Kecamatan Genteng, itu.

Editor : Agung Sedana
#hut ri #banyuwangi