Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Imbas Jor-joran Tengkulak Jember, Banyuwangi Batasi Pembelian BBM di SPBU! Jiriken Dilarang

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 31 Juli 2025 | 16:23 WIB
Papan larangan membeli BBM pakai jeriken dipasang di SPBU Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore.
Papan larangan membeli BBM pakai jeriken dipasang di SPBU Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore.

RADARBANYUWANGI.ID - Antrean panjang para tengkulak bahan bakar minyak (BBM) asal Jember di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kecamatan Kalibaru, Glenmore, dan Genteng, memaksa anggota kepolisian bertindak.

Polisi-polisi ini diterjunkan ke lapangan untuk mengantisipasi aksi borong BBM, kemarin (30/7).

Kapolsek Kalibaru, AKP Achmad Junaedi, mengatakan anggotanya mulai memberikan sosialisasi kepada manajemen SPBU untuk membatasi pembelian BBM hanya lima liter per kendaraan roda dua.

“Satu kendaraan roda dua hanya dibatasi lima liter, roda empat dibatasi 15 liter,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Pembatasan itu, kata dia, dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat sekitar dan mencegah penyalahgunaan distribusi.

Pasalnya, masifnya pembeli BBM yang membawa jeriken ke SPBU dikhawatirkan akan menimbulkan kelangkaan.

“Imbauan ini selain diberikan kepada pengelola SPBU, juga kepada masyarakat yang tengah mengantre,” cetusnya.

Kapolsek meminta kepada pihak SPBU untuk tidak melayani pembelian menggunakan jeriken.

Langkah tersebut, kata dia, agar distribusi BBM bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan masyarakat setempat.

“Selain pihak-pihak yang mungkin punya izin resmi atau sebagainya, SPBU kami tekankan tidak boleh melayani pembeli menggunakan jeriken,” terangnya.

Penegasan itu juga disampaikan Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto. Melalui Kanit Reskrim, Ipda Sujarwadi, juga dilakukan imbauan serupa.

Pihaknya bahkan akan memasang banner larangan pembelian BBM menggunakan jeriken.

“Agar distribusi BBM di Banyuwangi, khususnya di Genteng bisa aman, kami meminta SPBU tidak melayani para tengkulak yang membawa jeriken,” katanya ditemui di SPBU Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Menurut Sujarwadi, larangan itu untuk pencegahan penimbunan dan penyalahgunaan BBM, terutama yang bersubsidi.

Larangan ini didasarkan pada beberapa peraturan dan upaya pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran, serta menghindari praktik ilegal.

“Larangan ini juga didasari masalah keamanan. Distribusi menggunakan jeriken ini sangat berbahaya,” tandasnya seraya menyebut sosialisasi juga dilakukan di SPBU Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Ditanya soal pembeli BBM dengan sepeda motor yang dimodifikasi atau kendaraan bertangki besar seperti Suzuki Thunder yang dipakai pengimbal BBM, Sujarwadi mengaku akan menugaskan anggotanya melakukan patroli di sejumlah titik di wilayahnya.

“Anggota akan patroli, jika didapati di wilayah kami, akan ada tindakan,” cetusnya.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Glenmore. Kapolsek, AKP Budi Hermawan, menjelaskan sejak Selasa (29/7) pihaknya melakukan patroli di SPBU Desa Tegalharjo, setelah terjadi kenaikan drastis jumlah pembeli, terutama dari luar wilayah.

“Sejak kemarin sudah kami pantau. Hari ini kami sosialisasikan dengan SPBU, kemudian muncul larangan pembelian menggunakan jeriken,” paparnya.

Dengan adanya sosialisasi dan larangan penggunaan jeriken, lanjut dia, jumlah antrean yang sempat mengular mulai mereda. Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, antrean pembeli hanya terjadi saat pengisian BBM oleh mobil tangki Pertamina.

“Sudah tidak antre. Pembeli dari Jember yang terang-terangan membawa jeriken sudah tidak terlihat,” katanya.

Budi memastikan distribusi BBM di wilayahnya aman terkendali. Sempat terjadi kekosongan pertalite, namun bisa segera teratasi dengan penambahan stok BBM.

“Kami memastikan tidak ada kelangkaan di wilayah kami. Hingga saat ini, stok di Glenmore aman,” pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#bbm #banyuwangi #jember