RADARBANYUWANGI.ID - Penutupan Jalur Gumitir sejak 24 Juli 2025 mulai berdampak serius terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jember.
Pasokan yang tersendat menyebabkan antrean panjang di SPBU dan meroketnya harga BBM eceran, terutama Pertalite dan Pertamax.
Lonjakan permintaan dan lambatnya distribusi membuat sebagian wilayah Jember mengalami krisis BBM.
Harga eceran liar di pinggiran kota dilaporkan mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per liter, terutama di wilayah seperti Gebang, Patrang, dan Sukorambi.
“Warga banyak yang beli bensin botolan karena antrean di SPBU luar biasa panjang,” ujar seorang warga Gebang.
Distribusi BBM Tersendat, Antrean di SPBU Mengular
Kondisi antrean di sejumlah SPBU dalam kota mulai berkurang pada Rabu (30/7), namun SPBU di jalur pinggiran seperti Jenggawah, Ajung, dan Puger masih padat.
Di SPBU Jalan Gajah Mada dan Jalan A. Yani, antrean kendaraan sempat meluber ke badan jalan selama berjam-jam.
Beberapa SPBU bahkan sempat kehabisan stok sejak Minggu lalu (27/7).
Menurut Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, distribusi BBM ke Jember terganggu karena truk tangki harus memutar jauh melalui jalur utara Banyuwangi – Situbondo – Bondowoso – Jember.
Waktu tempuh yang biasanya hanya 4 jam kini membengkak menjadi 11 jam.
Untuk mengatasi kelangkaan, Pertamina mengerahkan 86 truk tangki dari terminal BBM di Surabaya, Malang, dan Tuban sejak Selasa malam (29/7).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, juga menyatakan bahwa distribusi BBM di Jember akan diprioritaskan hingga situasi kembali stabil.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Krisis BBM ini berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jember memperkirakan potensi kerugian hingga Rp 7 miliar per hari akibat terganggunya logistik dan pariwisata.
Beberapa sekolah di wilayah pedalaman memilih kembali menerapkan sistem belajar daring karena guru dan siswa kesulitan mengakses bahan bakar untuk ke sekolah.
Sementara itu, pedagang sayur dan ojek online mengaku biaya operasional meningkat dua hingga tiga kali lipat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Ia juga memberikan kelonggaran kepada ASN dan pelajar untuk bekerja dan belajar dari rumah jika memang terkendala bahan bakar.
“Pasokan BBM harian sudah kami tambah. Kami minta masyarakat tenang dan tidak panik,” tegas Fawait.
Posko pengaduan BBM juga telah dibuka di setiap SPBU untuk menindak adanya penimbunan atau penjualan liar yang merugikan masyarakat.
Editor : Agung Sedana