Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Produksi Ikan Banyuwangi Meledak! Budidaya Naik 36%, Nilai Ekonomi Tembus Rp 2 Triliun

Sigit Hariyadi • Minggu, 27 Juli 2025 | 19:30 WIB
DIVERSIFIKASI PASAR: Tambak udang Banyuwangi memiliki potensi ekonomi tinggi.
DIVERSIFIKASI PASAR: Tambak udang Banyuwangi memiliki potensi ekonomi tinggi.

RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Perikanan (Disperikan) Banyuwangi mencatatkan tren positif dalam angka konsumsi ikan masyarakat selama empat tahun terakhir.

Berdasar data resmi, konsumsi ikan per kapita di Banyuwangi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi protein hewani dari ikan.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menjelaskan, pada tahun 2021, angka konsumsi ikan tercatat sebesar 61,52 kilogram (kg) per kapita per tahun.

Angka ini kemudian naik menjadi 66,57 kg pada tahun 2022 dan mencapai 69,71 kg pada tahun 2023.

Tren kenaikan ini berlanjut hingga tahun 2024 dengan konsumsi ikan masyarakat Banyuwangi tercatat sebesar 70,04 kg per kapita per tahun.

Peningkatan konsumsi ikan ini merupakan hasil dari program berkelanjutan yang dijalankan Pemkab Banyuwangi dalam mengedukasi masyarakat. Seperti kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

“Selain memberikan edukasi tentang manfaat gizi ikan, kami juga mendorong peningkatan akses terhadap ikan segar dengan menggandeng pelaku usaha perikanan lokal,” ujar Suryono, Jumat (25/7).

Sementara itu, Dinas Perikanan bersama Shrimp Club Indonesia (SCI) menggelar rapat Koordinasi pada Kamis (24/7).

Rakor ini merupakan langkah strategis dalam rangka membahas berbagai isu penting terkait industri perudangan, antara lain stabilisasi harga, pengelolaan pasokan, serta peningkatan akses pasar bagi produk udang lokal.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah tantangan dalam ekspor udang ke Amerika Serikat. Saat ini, regulasi ekspor ke AS sangat ketat ditambah dengan kebijakan tarif yang membebani produsen nasional.

Mengingat pangsa pasar udang Indonesia didominasi oleh AS, yakni sebesar 70 persen sedangkan 20 persen sisanya tersebar ke Eropa, Jepang, dan Tiongkok, serta hanya sekitar 10% diserap untuk konsumsi domestik, maka diperlukan strategi diversifikasi pasar.

“Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar AS dan memperluas penetrasi ke negara-negara lain yang potensial. Langkah ini akan memperkuat ketahanan industri udang nasional terhadap fluktuasi pasar global dan kebijakan proteksionis negara tujuan ekspor,” ujar Suryono.

Produksi Perikanan Meningkat: Budidaya dan Tangkap Tumbuh Signifikan

Sektor perikanan Banyuwangi menunjukkan performa yang menjanjikan sepanjang tahun 2024.

Berdasar data terbaru, total produksi perikanan Banyuwangi mencapai 97,39 ribu ton, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 77,82 ribu ton.

Nilai ekonomi yang dihasilkan pun melonjak menjadi Rp 2.071,6 triliun, naik dari Rp 1.977,3 triliun pada tahun sebelumnya.

Sektor budi daya terus menjadi tulang punggung produksi perikanan Banyuwangi. Pada 2024, volume produksi budi daya mencapai 67,34 ribu ton, naik signifikan dari 49,37 ribu ton di tahun 2023.

Nilai ekonominya tercatat sebesar Rp 807,4 miliar, juga mengalami kenaikan dari tahun lalu yang berada di angka Rp 697,2 miliar.

Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk adopsi teknologi budidaya yang lebih efisien, ekspansi lahan budi daya air tawar dan laut, serta meningkatnya permintaan pasar domestik dan ekspor.

Sementara itu, sektor perikanan tangkap juga mengalami pertumbuhan. Volume hasil tangkapan naik dari 28,45 ribu ton pada 2023 menjadi 30,05 ribu ton di tahun 2024. Meski demikian, nilai ekonominya sedikit turun dari Rp 1.280,1 triliun menjadi Rp 1.264,2 triliun. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#ikan #konsumsi ikan #banyuwangi