RADARBANYUWANGI.ID — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), emiten tambang milik taipan energi Prajogo Pangestu, resmi melakukan stock split alias pemecahan nilai nominal saham mulai hari ini, Selasa (15/7).
Rasio pemecahannya 1 banding 10. Artinya, setiap satu lembar saham lama akan berubah menjadi sepuluh saham baru.
Dengan skema itu, nilai nominal saham perseroan menyusut dari Rp200 menjadi Rp20 per saham.
Jumlah saham yang beredar pun membengkak dari 11,24 miliar lembar menjadi 112,41 miliar lembar.
Langkah ini sebelumnya sempat molor sepekan dari jadwal semula.
Berikut ini jadwal lengkapnya:
- 14 Juli 2025: Hari terakhir perdagangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi.
- 15 Juli 2025: Mulai perdagangan dengan nominal baru Rp20 per saham di pasar reguler dan negosiasi.
- 17 Juli 2025: Efektif di pasar tunai.
Manajemen CUAN menyebut langkah ini diambil seiring dengan melonjaknya performa keuangan perusahaan sejak debut di Bursa tahun 2023.
Sepanjang 2024, pendapatan perusahaan melonjak 719 persen, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik naik 929 persen dibanding tahun sebelumnya.
Performa ciamik itu ikut mendongkrak harga saham CUAN yang saat ini bertengger di Rp12.950 per saham, naik 4,86 persen dalam sehari, dan sudah mencatatkan kenaikan 9,75 persen sepanjang tahun ini.
Dengan harga yang lebih terjangkau, CUAN berharap basis investornya akan semakin luas dan aktif.
“Likuiditas meningkat, investor ritel makin mudah masuk, dan jadi fondasi kuat untuk ekspansi ke depan,” ujar manajemen dalam keterangannya.
Baca Juga: Pengunjung Bangsring Underwater Banyuwangi Membeludak, Rental Tikar Panen Cuan
CUAN dikenal sebagai pemain di sektor tambang dan energi, dengan portofolio bisnis mencakup:
- Tambang batubara, emas, perak, dan silika,
- Jasa pertambangan dan engineering-procurement-construction (EPC),
- Infrastruktur energi seperti POSB dan ISP.
Pemecahan nilai nominal ini tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan, namun diharapkan bisa mendorong perdagangan saham lebih aktif di Bursa Efek Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin