Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Budaya hingga Digitalisasi: SCF x BEC 2025 Resmi Jadi Panggung Kebangkitan UMKM

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 14 Juli 2025 | 16:04 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani menabuh gong tanda pembukaan Sekarkijang Creative Fest di Gesibu Blambangan, Jumat malam (11/7).
Bupati Ipuk Fiestiandani menabuh gong tanda pembukaan Sekarkijang Creative Fest di Gesibu Blambangan, Jumat malam (11/7).

RADARBANYUWANGI.ID - Dalam semangat memperkuat sinergi dan inovasi untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu Go Digital dan Go Global, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi telah sukses menyelenggarakan Opening Ceremony Sekarkijang Creative Fest (SFC) x Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Gesibu Taman Blambangan pada Jumat malam (11/7), ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis inovasi, digitalisasi, dan budaya daerah.

Dengan tema besar “Memperkuat Sinergi dan Inovasi, Membangun UMKM Go Digital Go Global,” SCF x BEC 2025 menjadi ruang strategis untuk mendorong transformasi UMKM Sekarkijang agar tangguh menghadapi tantangan global.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, antara lain Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati (Wabup) Mujiono, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Iqbal Reza Nugraha, Deputi Kepala Perwakilan Bl Jember Achmad, serta Wakil Komisi I DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila.

Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang dan Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri (KPwBI Kediri), perbankan, akademisi, serta ratusan pelaku UMKM se-Sekarkijang dan masyarakat umum.

Kegiatan juga dimeriahkan oleh kehadiran Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta yang turut menunjukkan dukungannya terhadap pemberdayaan UMKM lokal.

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan, UMKM merupakan kekuatan utama dalam struktur ekonomi daerah.

Ia menyampaikan komitmen menjadikan UMKM sebagai prioritas pembangunan ekonomi berbasis komunitas, yang tidak hanya menggeliat secara lokal tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional dan global.

"Keindahan dan kreasi para perancang busana lokal yang ditampilkan di BEC ini menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif berbasis budaya lokal adalah kekuatan kita. SCF x BEC 2025 menjadi ruang akselerasi nyata untuk mendorong UMKM Banyuwangi semakin adaptif, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Bupati Ipuk.

Ia juga menambahkan, sudah saatnya UMKM melek digital. “Era ini menuntut kita beradaptasi cepat, dan saya yakin melalui festival ini, pelaku UMKM Sekarkijang akan semakin percaya diri menembus pasar global,” tuturnya.

Ipuk berpesan inspiratif kepada pelaku usaha: "Pemenang sejati adalah mereka yang tidak menyerah. Saya percaya UMKM adalah pemenang-pemenang tangguh yang akan membawa ekonomi daerah melesat lebih tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Achmad dalam keynote speech menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Bank Indonesia Jember untuk menciptakan ekosistem UMKM yang digital, tangguh, dan terhubung.

Achmad menekankan lima pilar penguatan yang diangkat dalam SCF x BEC 2025, yakni peningkatan daya saing UMKM, digitalisasi melalui aplikasi SIAPIK, pengakuan SCF dalam agenda Karisma Event Nasional (KEN), edukasi pengendalian inflasi melalui lomba memasak dengan bahan cabai kering sebagai strategi pengendalian inflasi, dan kolaborasi layanan penukaran uang bersama Bank Jatim.

“SCF x BEC ini bukan hanya ajang promosi, tetapi panggung kolaborasi konkret. Di sini kita membangun jembatan antara inovasi, pembiayaan, dan literasi. Bank Indonesia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan berbasis komunitas," tegas Achmad.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang baik antara Pemkab Banyuwangi dan seluruh mitra kerja.

“Kami percaya, kemajuan UMKM Sekarkijang adalah cerminan dari kekuatan sinergi gerah. Semoga kemitraan yang telah terjalin terus diperluas dengan lebih kreatif dan inovatif ke depan,” ujarnya.

Road to Sekarkijang Creative Fest 2025 dimulai pada Mei dengan rangkaian kegiatan Kurasi UMKM, Training of Trainer (TOT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), Business Matching Pembiayaan, Onboarding UMKM, serta Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Digital Marketing.

Sejalan dengan semangat pemberdayaan yang diusung, pembukaan SCF x BEC 2025 juga dirangkai dengan beberapa seremoni penting yang menandai komitmen nyata terhadap sektor riil.

Pertama, penyerahan sertifikasi halal untuk Rumah Potong Unggas (RPU) dilakukan kepada tiga RPU, yaitu RPU Berkah Unggas, RPU UD Selat Bali dan RPU Sidomulyo. Kemudian, sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) diserahkan kepada 5 (lima) perwakilan Juleha yang telah lolos uji kompetensi BNSP.

Sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendukung penguatan industri halal serta meningkatkan kualitas dan kepercayaan pasar terhadap produk UMKM hewani.

Selanjutnya, dilakukan pula penyerahan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian secara simbolis kepada kelompok tani di antaranya Gapoktan Sri Rejeki Banyuwangi (cabai rawit), Poktan Tunas Harapan Banyuwangi (bawang merah), dan Poktan Umbul Joyo Banyuwangi (bawang merah).

Penyaluran ini menjadi bentuk nyata intervensi strategis yang menghubungkan sektor produksi pertanian dengan pengolahan dan distribusi berbasis UMKM.

Pada saat yang sama, seremoni business matching pembiayaan UMKM oleh perbankan menjadi salah satu sorotan utama.

Dalam sesi ini, dilakukan apresiasi dan simbolisasi penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM, di antaranya Sirtanio Indonesia, Batik Banjarwangi, Balekopi Gucialit, Gula Merah Cap Dua Rumah, Argopuro Walida, Gapoktan Rukun Tani, dan Rumah Kebaya sebagai bentuk nyata dukungan sektor perbankan terhadap UMKM binaan daerah total senilai Rp5,66 miliar.

Rangkaian acara pembukaan ini juga memperlihatkan bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan mampu membentuk ekosistem pembinaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

SCF x BEC 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga forum edukasi, pembiayaan, dan promosi produk-produk unggulan lokal. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman dan mempercepat pertumbuhan UMKM yang inklusif, digital, serta siap menembus pasar global.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, dunia usaha, lembaga keuangan, serta tokoh publik, SCF X BEC 2025 menjadi bukti kuat bahwa Bank Indonesia Jember dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menempatkan UMKM sebagai poros utama dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.

Festival tidak hanya menunjukkan semangat kebudayaan, tetapi juga arah baru pembangunan ekonomi kreatif berbasis teknologi dan komunitas.

SCF x BEC 2025 resmi menjadi panggung kolaborasi nasional untuk kebangkitan ekonomi lokal yang berakar, berdaya, dan mendunia. (cw5-Dalila Adinda/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Bupati Banyuwangi #Bank Indonesia #Sekarkijang Creative Fest #Banyuwangi Ethno Carnival #Ipuk Fiestiandani #jember