Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bank Syariah Muhammadiyah Siap Meluncur! Perizinan OJK Masuk Tahap Akhir

Ali Sodiqin • Selasa, 1 Juli 2025 | 19:00 WIB
ILUSTRASI gedung Bank Syariah Muhammadiyah.
ILUSTRASI gedung Bank Syariah Muhammadiyah.

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar gembira datang dari ranah ekonomi syariah nasional. Bank Syariah Muhammadiyah (BSM) selangkah lagi resmi hadir di Tanah Air.

Proses perizinan yang diajukan Persyarikatan Muhammadiyah disebut sudah memasuki tahap akhir di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami mendukung penuh inisiatif Muhammadiyah. Proses izinnya tinggal menunggu waktu," kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Langkah besar ini dimulai dari transformasi BPRS Matahari Artha Daya, milik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), menjadi prototipe awal menuju bank syariah berskala nasional.

Dengan model bisnis yang fleksibel dan berbasis kebutuhan umat, Muhammadiyah kembali menegaskan eksistensinya sebagai pionir ekonomi berbasis nilai.

Muhammadiyah Siap Kelola Dana Umat Sendiri

Dengan lebih dari 400 triliun rupiah aset amal usaha (AUM) yang tersebar dari sekolah, rumah sakit, hingga perguruan tinggi, Muhammadiyah bukan pemain baru.

Dulu mereka punya Bank Persyarikatan, yang kemudian berubah menjadi Bukopin Syariah.

Kini, dengan dukungan jaringan koperasi dan ekosistem internal, Muhammadiyah siap kembali ke jalur perbankan syariah.

Kendati dana Rp13 triliun yang ditarik dari Bank Syariah Indonesia (BSI) belum bisa dijadikan modal disetor langsung, potensi penghimpunan dana internal melalui koperasi syariah di seluruh struktur organisasi begitu besar.

Koperasi Jadi Ujung Tombak, Dana Murah Jadi Senjata

Model koperasi syariah yang dikembangkan Muhammadiyah, seperti suksesnya BMT Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, jadi inspirasi.

Koperasi ini tidak hanya melayani mahasiswa, tapi juga membantu AUM dalam transaksi harian.

Rencana besar juga mengarah ke pembentukan koperasi sekunder di tingkat Pusat Muhammadiyah, khususnya di bawah Majelis Dikti Litbang yang membawahi 172 perguruan tinggi Muhammadiyah. Sinergi ini bisa jadi motor penggerak utama modal BSM ke depan.

Salah satu senjata andalan BSM nanti: dana murah (CASA) dari gaji guru, pegawai rumah sakit, pembayaran siswa, serta dana operasional ribuan amal usaha.

Dana ini sifatnya likuid, stabil, dan besar, menjadikannya sumber kekuatan keuangan yang sulit ditandingi.

BSM Jadi Bank Utama Ekosistem Muhammadiyah

Dengan sistem pembayaran digital, virtual account, dan cash management yang dikhususkan untuk kebutuhan internal, BSM diproyeksikan akan menjadi bank utama dalam setiap aktivitas finansial Muhammadiyah.

Bank ini juga siap menyalurkan pembiayaan untuk usaha kecil dan komunitas akar rumput yang selama ini sulit mengakses perbankan besar.

Melalui jaringan koperasi primer dan sekunder, dana dari masyarakat akar rumput akan dihimpun dan disalurkan secara produktif.

Muhammadiyah pun tak sekadar mendirikan bank, tapi membangun sistem keuangan umat berbasis solidaritas dan keberlanjutan.

Momentum Besar Ekonomi Umat

Dengan struktur organisasi yang rapi, aset raksasa, dan kebutuhan finansial internal yang konsisten, kehadiran Bank Syariah Muhammadiyah diyakini akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia.

Kemandirian ekonomi umat tak lagi sebatas slogan, tapi sedang dibangun—selapis demi selapis—dari masjid, kampus, hingga koperasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#finansial #bsm #OJK #otoritas jasa keuangan #Bank Syariah Muhammadiyah