RadarBanyuwangi.id – Harga kambing di Pasar Hewan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, turun drastis setelah perayaan Hari Raya Idul Adha. Turunnya harga kambing itu, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per ekor.
Menjelang Hari Raya Kurban, harga kambing melonjak drastis karena banyaknya kebutuhan konsumen. Tapi kini yang berbarengan dengan masuknya anak sekolah, harga turun drastis. “Sekarang banyaknya orang butuh uang untuk masuk sekolah, harga kambing turun drastis,” kata pengelola Pasar Hewan Wringinpitu, Nur Khozin.
Menurut Khozin, yang paling turun harganya domba wedus gibas. Sedangkan kambing Jawa, harganya turun tetapi tidak terlalu signifikan. “Kalau wedus gibas harganya turun Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per ekor,” ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, membawa uang Rp 1,5 juta sudah bisa membawa pulang satu ekor wedus gibas yang ukurannya sudah siap sembelih. Padahal, menjelang Hari Raya Kurban harganya sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,2 juta per ekor. “Tergantung jenis kambingnya, kalau bermerk seperti tropas memang masih mahal, yang turun harga kambing kacangan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Salah satu pedagang kambing, Sumardi, 48, mengatakan, meski harga kambing turun drastis, kondisi pasar tetap ramai. Sehingga, penjualan tidak terpengaruh dengan turunnya harga. “Untungnya meski harga kambing turun, penjualan tetap lancar karena ramai,” terangnya.
Yang meramaikan pasar, kata dia, salah satnya pedagang dari luar Kabupaten Banyuwangi, seperti pedagang dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lumajangm serta Kabupaten Jember. “Ada juga pedagang luar provinsi seperti Bali dan Jawa Tengah, kalau tidak ada pedagang dari luar daerah, pasar akan sepi,” katanya.
Pasar Hewan Wringinpitu, kata dia, pasar khusus untuk kambing dan domba. Pasar ini buka dua kali seminggu, yaitu Rabu dan Minggu. “Pasar buka mulai pagi hingga siang, pa;ing ramai sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.00,” terangnya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi