RADARBANYUWANGI.ID - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Senin (23/6).
Putra sulung Presiden RI ke-7 Joko Widodo itu mengawali kunjungannya dengan memanen tebu jenis bululawang serta berdialog dengan para petani di Kebun Tebu Jolondoro, sekitar kawasan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.
Selama berada di Banyuwangi, Gibran didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Dia juga berdialog secara daring dengan sejumlah petani dari berbagai daerah seperti Blitar hingga Sulawesi Selatan.
Dalam dialog yang berlangsung di sebuah saung kecil, Gibran menerima berbagai keluhan dari petani, mulai dari pupuk, alat pertanian, distribusi, hingga keterlambatan penyelesaian proyek jalur lintas selatan (JLS).
Salah satu petani tebu, Siswono (46), asal Jember yang menyuplai tebu ke PT SGN, mengeluhkan kondisi akses jalan. ”Kami harap jalur lintas selatan bisa segera dituntaskan,” ujarnya.
Siswono menjelaskan bahwa selama ini pengiriman tebu dari daerahnya di Kabupaten Jember menuju Glenmore masih harus melalui jalur Gunung Gumitir yang berkelok-kelok, menanjak, dan cukup berisiko.
Kondisi tersebut membuat biaya operasional meningkat. Selain soal akses, dia juga berharap ada harga pembelian tetap untuk tebu agar kedudukan petani tebu setara dengan petani padi.
Tak lupa, dia menyuarakan perlunya subsidi pupuk dan alat pertanian yang merata.
”Bukannya kami iri, tapi sebagai petani tebu, kami juga ingin diperlakukan sama seperti petani padi,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan para petani, Wapres Gibran menegaskan bahwa pemerintah sedang serius menggarap sektor industri gula.
Bahkan, di hadapan Menteri Pertanian, dia menyampaikan target agar Indonesia bisa mencapai swasembada gula pada tahun 2027.
”Mohon kerja sama Bapak Ibu semua. Kita ingin membereskan ini bersama. Ini masih menjadi pekerjaan rumah. Kita ingin produksi gula sukses seperti beras,” kata Gibran.
Menurut Gibran, masih ada beberapa persoalan yang perlu diselesaikan, meski tidak dirinci satu per satu. Dia meminta para petani bersabar dan tidak khawatir.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk membantu para petani melalui berbagai program pendukung.
”Bapak Ibu tidak perlu risau, ini pasti akan kami selesaikan. Untuk mekanisasi, pupuk, dan bibit, pemerintah pasti berkomitmen membantu. Semua harus diuntungkan. Ini komitmen pemerintah. Karena swasembada pangan benar-benar menjadi fokus Bapak Presiden Prabowo,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah tengah melakukan akselerasi di sektor industri gula.
Pembenahan dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari benih hingga hilirisasi dan sistem penjualan.
”Upaya ini dilakukan supaya sistem menjadi lebih baik dan menguntungkan petani,” ujarnya.
Amran menyebut bahwa produksi gula di Indonesia saat ini menunjukkan tren menggembirakan.
Pada kuartal pertama 2025, produksi nasional meningkat hingga 50 persen. Untuk mendukung target swasembada, pemerintah juga akan memprioritaskan tebu sebagai komoditas utama di berbagai lahan perkebunan.
”Ke depan, untuk sektor perkebunan kita akan fokus pada tebu. Mudah-mudahan kita bisa lebih cepat mencapai swasembada untuk white sugar (gula putih),” tandasnya. (sas/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin