RADARBANYUWANGI.ID - Real Estate Indonesia (REI) berada di garda terdepan pembangunan dan pengelolaan perumahan dan permukiman di Indonesia.
REI Banyuwangi berharap melalui kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan tenaga kerja lokal, industri perumahan akan terus berkembang.
Berikut wawancara Radar Banyuwangi dengan Ketua REI Banyuwangi Rindar Suhardiansyah.
Bagaimana kondisi pengembangan perumahan di Banyuwangi sekarang ini?
Perkembangan perumahan di Banyuwangi terus meningkat. REI Banyuwangi berhasil mengumpulkan para pengembang sebanyak 35 PT (perusahaan), menyediakan sekitar 2.800 unit kavling yang siap dijual dan dikembangkan di bulan Juni ini. Untuk merealisasikan program tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah. REI sangat mengapresiasi program pemerintah, yaitu 3 juta rumah yang mampu menjadi stimulus bagi masyarakat untuk mewujudkan keinginannya memilik rumah. Salah satunya upaya pembebasan Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Seperti apa dampaknya program 3 juta rumah bagi masyarakat?
Program 3 juta rumah yang digalakkan oleh Presiden Prabowo tentu berdampak pada perkembangan properti di Indonesia, tak terkecuali Banyuwangi. Secara general perkembangan sektor properti di Banyuwangi masih sangat bagus, artinya kebutuhan masyarakat akan rumah masih besar. Salah satu penyebabnya adalah kalangan muda yang kini mulai fokus untuk memiliki rumah.
Konkretnya seperti apa?
Sebagai salah satu keputuhan pokok, rumah menjadi hal yang utama bagi semua orang. Tak terkecuali kalangan masyarakat ekonomi kelas bawah. Hadirnya program pemerintah dalam membantu masyarakat memiliki rumah sangat membantu. Seperti adanya fasilitas FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), fasilitas khusus masyarakat berpenghasilan rendah (subsidi) mampu menjadi solusi di tengah keterbatasan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan papan.
Apa yang mendorong REI mampu menyediakan rumah kelas subsidi?
Seperti diketahui, kondisi perkembangan perumahan di Banyuwangi mengalami scale up (peningkatan kualitas). Peningkatan kualitas yang dimaksud merupakan unsur komponen dan fasilitas dalam rumah shingga rumah subsidi sekalipun saat ini tak hanya sederhana, namun juga layak. Hal ini mendorong REI agar mampu menyediakan rumah kelas subsidi dengan memberikan standar yang memadai. Kami pengembang di Banyuwangi sudah memiliki standardisasi dalam pembuatan properti. Sekalipun rumah subsidi, tapi standarnya sudah berkualitas.
Apa saja yang perlu didiskusikan dengan pemerintah terkait regulasi perizinan?
Terkait regulasi perizinan masih terkesan panjang. Masyarakat menilai ada kesulitan mengurus perizinan. Dalam hal ini pemerintah perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jelas dan meningkatkan efisiensi. Kenyataanya beberapa regulasi masih belum memiliki standar yang jelas dalam pelaksanaan. BPHTP di Banyuwangi masih memerlukan SOP baku.
Apa peran REI untuk meningkatkan perekonomian rakyat?
REI berkomitmen untuk agar mampu berkontribusi terhadap perkembangan daerah untuk meningkatkan aktivitas perkonomian sehingga mampu meningkatkan kualitas SDM. Kualitas SDM mampu dicirikan dari kawasan lingkungannya. Jika kawasan lingkungan bagus, maka akan meghasilkan SDM yang bagus, sehingga menciptakan daerah yang maju.
Program REI ke depan seperti apa?
Ke depannya REI terus berupaya turut berkontribusi kepada pemerintah dalam mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat melalui program bedah rumah. Saat ini REI telah berhasil merealisasikan program tersebut sebanyak 3 kali. Alhamdulillah, kami sudah melaksanakan tiga bedah rumah di Banyuwangi. (cw5/Dalila Adinda/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin