Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Awet Mahal, Pohon Kelapa di Banyuwangi Dipanen Maling

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 3 Juni 2025 | 16:46 WIB
BB: Anas menunjuk kulit kelapa yang ditinggal pencuri di kebunnya Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu kemarin (2/6).
BB: Anas menunjuk kulit kelapa yang ditinggal pencuri di kebunnya Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu kemarin (2/6).

RADARBANYUWANGI.ID - Para petani kelapa di Banyuwangi tengah was-was. Pasalnya, pencurian kelapa mulai marak terjadi. Itu setelah harga buah kelapa di pasaran yang relatif mahal sejak beberapa hari lalu.

Pencurian kelapa yang diambil langsung dari pohon itu, terjadi di Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Pemilik pohon, M. Anas, 27, mengaku puluhan butir kelapa miliknya dicuri maling pada Sabtu (31/5) lalu. “Kebun saya lumayan jauh dari rumah,” kata Anas.

Anas mengaku kali pertama mendapat informasi kelapanya diembat maling saat pulang dari kebun. Salah satu tetangga mengetahui ada orang yang memanen kelapanya. “Saat saya cek, ternyata benar, ada kulit kelapa banyak di bawah pohon kelapa milik saya,” ujarnya.

Dari pengamatannya, terang dia, pencurian itu terjadi tidak sekali saja. Ada tiga titik tumpukan kulit kelapa berjarak sekitar lima meter di sawahnya. “Ada belasan pohon, sepertinya yang dipanen cuma delapan pohon. Oleh pelaku kelapa langsung disumbat (dikupas kulit kelapa) di lokasi biar bawanya lebih mudah,” cetusnya. 

Dengan harga buah kelapa yang kini mencapai Rp 13 ribu per butir, Anas mengaku  kerugiannya mencapai Rp 800 ribu lebih. Jumlah itu belum termasuk pencurian yang dilakukan pelaku pada bulan-bulan sebelumnya. “Saya memang jarang nengok kebun, ini mau dipanen ternyata dipanen orang dulu,” ujarnya.

Meski mengaku rugi, Anas menyebut tidak ingin persoalan itu ke jalur hukum. Ia tidak melaporkan pencurian ini ke polisi lantaran kerugiannya tidak besar. “Tidak, tidak lapor, semoga pelakunya bisa segera sadar, dan tidak melakukannya lagi,” katanya seraya menyebut akan segera memanen kelapa yang masih ada di pohon.

Petani lain, Wahyudi, 39, mengatakan pencurian buah kelapa memang sudah sering terjadi. Dengan harga kelapa yang mahal, berpotensi pencurian marak. “Tanaman pohon kelapa ini biasanya jauh dari rumah, jadi sering dipanen orang. Kalau harganya mahal seperti sekarang, petani pasti marah,” katanya.

salah satu pedagang kelapa di Pasar Sempu, Juminah, 49, menyampaikan mahalnya harga kelapa disebabkan banyaknya permintaan kelapa muda sejak Ramadan lalu. Saat itu, kelapa muda banyak diincar pedagang takjil. “Karena pohon kelapa tidak banyak buahnya. Sebagian sudah diambil saat Ramadan lalu,” terangnya.

Selain itu, permintaan kelapa dari luar negeri membuat para eksportir berburu kelapa hingga ke daerah-daerah. Dan itu membuat kelapa langka di pasaran. “Barangnya sulit dicari, itu yang membuat mahal,” pungkasnya.

Kapolsek Sempu, AKP Nanang Wardhana menyebut belum ada laporan terkait kejadian tersebut. Ia meminta pemilik kebun untuk waspada terhadap tindakan kriminal itu. “Saya harap bisa waspada,” pintanya.(sas)

Editor : Agus Baihaqi
#kelapa #banyuwangi #maling