RadarBanyuwangi.id - Kurang dari sepekan Hari Raya Idul Adha, pedagang di Pasar Hewan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo melonjak dibanding hari biasanya. Hanya saja, harga kambing dan domba cenderung stabil.
Di hari biasa, Pasar Hewan Wringinpitu didatangi pedagang menggunakan mobil pikap sekitar 70 mobil. Namun, menjelang Hari Raya Idul Adha, pedagang yang datang mencapai 90 mobil pikap. “Kalau jumlah kambingnya kemungkinan 500 ekor hingga 800 ekor,” kata petugas Pasar Hewan Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Sumardi.
Yang meramaikan pasar, kata dia, salah satnya pedagang dari luar Kabupaten Banyuwangi. Seperti pedagang dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lumajang, dan dari Kabupaten Jember. “Ada juga pedagang luar provinsi, seperti Bali dan Jawa Tengah,” katanya.
Pasar Hewan Wringinpitu, kata dia, merupakan pasar khusus untuk kambing dan domba. Pasar ini buka dua kali seminggu, yaitu, Rabu dan Minggu. “Dibukanya pasar mulai pukul tujuh hingga pukul satu siang, tapi puncaknya sekitar pukul sembilan hingga pukul dua belas,” terangnya.
Harga kedua hewan itu, lanjut dia, masih normal, belum ada kenaikan yang signifikan. Hal ini dikarenakan harga kedua hewan itu turun drastis imbas merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). “Waktu PMK harga hancur, saat ini masih pemulihan harga, belum bisa dikatakan melonjak,” terangnya.
Salah satu pedagang di Pasar Hewan Wringinpitu, Sopyan, 50, Asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, untuk membeli domba siap sembelih, saat ini di Pasar Hewan Wringinpitu hanya Rp 2 juta sampai 2,5 juta. Sedangkan kambing per ekor Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta. “Tinggal lihat hewannya, jika kambing bagus sampai empat juta, itu termasuk harga normal," katanya.
Padahal, kata dia, kondisi pasar menjelang Idul Adha sudah sangat ramai. Tapi, harga kambing dan domba tidak melonjak seperti yang diharapkan oleh peternak. “Ini harganya masih rusak, karena menjelang kurban seharusnya naik tinggi, tetapi kenyataannya masih merangkak dari harga aslinya, ini karena habis dihajar PMK,” terangnya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi