Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perajin Peci Haji di Dusun Cangaan Kecamatan Genteng Dibanjiri Pesanan

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:42 WIB
BERKAH: Salah satu karyaan memeriksa peci haji yang baru dijahit di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng Selasa (27/5).
BERKAH: Salah satu karyaan memeriksa peci haji yang baru dijahit di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng Selasa (27/5).

RadarBanyuwangi.id - Momen Hari Raya Idul Adha yang juga dikenal Lebaran Haji, ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para perajin peci haji. Saat ini, perajin kopiah yang identik dengan warna putih itu tengah kebanjiran pesanan, Selasa (27/5).

Salah satu perajin peci di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Iqbal Adib, 30, mengatakan permintaan peci di tempat usahanya meningkat hingga tiga kali lipat. “Ini berkah setiap Hari Raya Haji,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Adib, permintaan peci tidak hanya dari daerah di Kabupaten Banyuwangi, tapi juga banyak dari sejumlah kota di Indonesia. “Alhamdulillah, sekarang pesanan cukup banyak. Selain dari Banyuwangi, juga ada dari Surabaya, Madura, Sulawesi, hingga Sumatera,” ujarnya saat ditemui di tempat industrinya.

Iqbal menyampaikan, pesanan peci haji mulai meningkat sejak beberapa bulan sebelumnya. Permintaan tinggi itu sempat membuatnya kewalahan. “Sejak beberapa bulan lalu sudah mulai naik, dan peningkatan itu semakin tinggi menjelang hajian,” katanya.

Untuk menyiasati banyaknya pesanan, Iqbal mengatakan sudah melakukan persiapan sejak lama. Itu dengan menyetok peci yang banyak sejak beberapa bulan lalu. “Sebanyak-banyaknya buatan karyawan akan distok. Makanya kami tidak terlalu kewalahan karena banyak simpanan,” tandasnya.

Meski sedang kebanjiran orderan dari berbagai daerah, bukan berarti usaha yang dikelola di rumah produksi itu bebas dari kendala. Saat ini, kendala yang dihadapi naiknya harga bahan baku kain berwarna putih. “Semua harga kain sedang naik, makanya saya menjual dengan harga lumayan mahal. Per pcs harganya Rp 17.500 sampai Rp 18.000,” terangnya.

Perajin kopiah lainnya, Muhammad Fuadi, 27, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, mengaku pesanan kopiah menjelang keberangkatan Jemaah haji ini sangat tinggi. “Permintaan naik, tapi kita kekurangan bahan baku untuk membuat kopiah,” katanya.

Untuk bahan baku, terutama kain putih, Fuadi mengaku tidak bisa mengakali dengan mengganti kain warna putih lainnya. Makanya, bila bahan baku habis, produksinya juga akan berhenti sementara. “Seadanya dulu, kalau bahan dari pabrik sudah datang, membuat kopiah lagi,” ujarnya.

Untuk memproduksi kopiah ini, Fuadi mengaku melibatkan emak-emak yang ada di sekitar rumahnya. Ada belasan ibu-ibu yang membantu menjahit kopiah di rumahnya sendiri. “Pada hari-hari besar Islam, memang yang pesan kopiah ramai, tapi kali ini tinggi sekali,” ungkap Fuadi yang mengaku usaha warisan dari kakeknya ini sempat terhenti selama pandemi Covid-19.(sas/abi) 

Editor : Agus Baihaqi
#hari raya idul adha #haji #kopiah #Perajin #lebaran haji #PECI HAJI