Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kambing Kurban Pinggir Jalan Marak di Banyuwangi, Tapi Pedagangnya Malah Mengeluh

Redaksi • Jumat, 23 Mei 2025 | 17:02 WIB
MASIH MINIM PEMBELI: Heri Susanto memberi makan kambing-kambing dagangannya di wilayah Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Rabu (21/5) malam.
MASIH MINIM PEMBELI: Heri Susanto memberi makan kambing-kambing dagangannya di wilayah Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Rabu (21/5) malam.

RADARBANYUWANGI.ID – Menyongsong Hari Raya Idul Adha, lapak dadakan penjual hewan kurban, terutama kambing, mulai marak di Banyuwangi.

Namun, beberapa di antaranya diliputi kecemasan lantaran momentum kurban tahun ini berdekatan dengan tahun ajaran baru yang notabene menyedot biaya cukup besar, termasuk untuk membeli perlengkapan sekolah dan lain sebagainya.

Sekadar diketahui, harga kambing menjelang Idul Adha tahun ini di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 7 juta. Tergantung pada jenis, ukuran, serta kualitas hewan yang ditawarkan.

Salah seorang pedagang kambing asal Desa Kemiren, Heri susanto menyebut, terjadi penurunan kuantitas pembeli kambing dibanding tahun-tahun sebelumnya.

”Biasanya saya jualan hari pertama itu bisa tembus 20 pembeli, tetapi tahun ini 10 pembeli saja belum dapat. Mungkin banyak yang masih fokus pendaftaran anak masuk sekolah,” ujarnya, Kamis (22/5).

Heri mengatakan, biaya untuk masuk sekolah yang cukup besar membuat sebagian orang tua harus memprioritaskan pengeluaran. Sehingga, tidak sedikit warga yang memilih untuk menunda kurban.

Menurut Heri, kondisi tersebut tidak hanya dia rasakan sendiri. Hal yang sama juga dirasakan beberapa rekannya sedama pedagang kambing dan sapi di Banyuwangi.

Sementara itu, Supriyono, pedagang kambing di daerah Kebalenan juga merasakan ada penurunan minat pembeli hewan kurban.

”Sudah dua hari berjualan, tetapi baru laku 4 ekor. Padahal, tahun lalu selama dua hari berjualan sudah belasan kambing saya yang laku,” kata dia.

Di sisi lain, Holim, salah seorang peternak sekaligus pedagang kambing asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, telah memprediksi penurunan kuantitas pembeli hewan kurban jauh-jauh hari.

Dia menyiasati penurunan minat pembeli dengan inisiatif mengadakan program tabungan kambing yang ditujukan kepada beberapa kerabat dan anggota takmir masjid di daerahnya. (cw5-Dalila Adinda/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#idul adha #kambing kurban #banyuwangi