Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai Jeblok, Petani Optimistis Naik Pada Hari Raya Idul Adha

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 21 Mei 2025 | 15:43 WIB
PANEN: Petani cabai asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu Sumarsih memanen tanamannya di sawah Selasa (20/5).
PANEN: Petani cabai asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu Sumarsih memanen tanamannya di sawah Selasa (20/5).

RadarBanyuwangi.id – Sempat menyentuh harga Rp 130 ribu per kilogram, harga cabai rawit kini kembali  merosot. Harga pedesan itu, saat ini hanya Rp 25 hingga Rp 28 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya. Untuk harga di tingkat petani, harganya hanya Rp 20 ribu per kilogram, Selasa (20/5).

Meski tergolong masih bisa untung dengan harga Rp 20 ribu per kilogram, para petani berharap harga cabai rawit yang tengah anjlok ini tidak berlangsung lama. Pasalnya, dengan harga jual Rp 20 ribu per kilogram, keuntungan yang didapat sangat tipis. “Semoga cepat naik lagi, ini sepertinya banyak panenan di daerah lain, makanya harganya turun,” kata Sumarsih, 46, petani asal Dusun Awu-Awu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.

Sumarsih menyebut, anjloknya harga cabai sudah berlangsung sejak April 2025. Sejak itu, harga pedesan sedikit demi sedikit turun. “Saat itu setiap kali stor ke juragan, harganya turun terus. Tidak langsung anjlok banyak, yang sekarang ini paling rendah,” paparnya ditemui Jawa Pos Radar Genteng di sawahnya.

Menurut Sumarsih, para petani menargetkan harga cabai kembali naik pada momen Hari Raya Idul Adha atau awal Juni mendatang. “Harga yang naik kemarin itu juga karena Lebaran dan hari besar agama lain, sekarang permintaan sedikit harganya turun,” ucapnya.

Sumarsih menyampaikan, tanaman cabainya masih memungkinkan untuk menghasilkan buah pada Lebaran Idul Adha itu. “Ini pertama kali panen sekitar bulan lalu, kemungkinan masih bisa panen lagi besok, tapi mungkin tidak sebanyak kemarin,” ujarnya.

Petani cabai lainnya, Andi Febrianto, 29, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu mengatakan, harga cabai berpotensi naik pada Idul Adha mendatang. Itu karena banyak petani cabai rawit yang tanamannya sudah kurang produktif alias melebihi masa panen sehingga harus diganti. “Setahu saya sekarang ini malah sudah mulai tanam lagi, kemungkinan untuk Idul Adha tidak nutut, sehingga bisa jadi mahal harganya nanti,” ungkapnya.(sas/abi)   

Editor : Agus Baihaqi
#hari raya idul adha #harga cabai #Petani #cabai rawit