Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Trik Jitu Pedagang Kambing Kurban di Situbondo Tarik Minat Pembeli, Hewan Bisa DItitipkan Sampai Hendak Disembelih

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 20 Mei 2025 | 12:30 WIB
Sejumlah domba milik Wasil, 25, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, dijajakan di pinggir jalan Mangaran, Situbondo, Senin (19/5).
Sejumlah domba milik Wasil, 25, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, dijajakan di pinggir jalan Mangaran, Situbondo, Senin (19/5).

RADARBANYUWANGI.ID - Wasil, 25, salah satu pedagang kambing di Mangaran Situbondo Jawa Timur memiliki cara unik untuk memuaskan pembeli.

Orang yang sudah membeli kambing miliknya bisa dititipkan dan dijemput pada saat ingin disembelih pada Hari Raya Kurban. Gratis.

Kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Wasil memastikan bahwa kambing jumbo yang dijual Rp 3,5 juta dijamin tetap gemuk saat dijemput pada saat hari Raya Idul Adha.

Warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran itu mengatakan, kambing miliknya tidak bakal mengecewakan pembeli karenq gemuk dan bersih serta sehat.

“Saya jualan kambing yang ukuran besar, satu ekor ada yang Rp 3 juta ada juga yang Rp 3,5 juta,” ungkap Wasil, Senin (19/5).

Dikatakan, keuntungan membeli kambing kepadanya bisa dijemput pada saat kambing ingin disembelih.

Apalagi untuk kebutuhan kurban pada saat Idul Adha. Kambing bisa dibeli satu bulan sebelumnya.

“Saya punya sepuluh ekor kambing ukuran jumbo. Yang laku sudah lima ekor, dan masih dititipkan. Ini ada yang sudah satu minggu dibeli tapi dititipkan di sini dan akan dijemput pada saat penyembelihan Idul Adha. Kalau dititipkan ke saya kondisi kambing tetap gemuk dan kalau ada apa-apa saya bisa tanggung jawab. Tanpa biaya tambahan,” tegas Wasil.

Dikatakan, kambing yang dipelihara tersebut, awalnya juga kurus. Namun saat dibeli olehnya dirawat dan rutin dimandikan serta makannya terjaga sehingga kambing yang semula murah menjadi mahal.

“Dua bulan saya beli Rp 1,6 juta, ada juga yang Rp 2 juta, tapi kurus-kurus. Sekarang sudah gemuk, dan satu ekor dijual Rp 3 juta ada juga yang Rp 3,5 juta. Satu ekor saya hasilnya Rp 1 jutaan. Alhamdulillah berkah Idul Adha saya bisa dapat untung banyak,” ungkap Wasil.

Dia mengaku berbisnis kambing yang gemuk-gemuk baru dimulai setelah banyak belajar dari pedagang kambing lainnya.

"Dulu tidak tahu juga cara dagang kambing, setelah banyak belajar sekarang sudah paham. Masak mau jadi anak buah terus, ini belajar jadi bos meski tidak punya karyawan," ucap Wasil sambil tertawa. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #hewan kurban #Pedagang Kambing