RadarBanyuwangi.id – Harga jual dan populasi sapi di Pasar Hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore sudah kembali stabil. Dilihat dari jumlah sapi yang masuk pada pasaran terakhir, Jumat (2/5), tercatat ada 250 ekor sapi yang dibawa peternak untuk dijual.
Itu beda pada Januari hingga Maret 2025, jumlah sapi yang dibawa pedagang ke pasar mengalami penurunan drastis. Bahkan angkanya hanya 37 ekor saja. “Jumlahnya sudah normal, harganya juga sudah naik jelang Idul Adha ini,” kata petugas Pasar Hewan Glenmore, Agung, 29, pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Agung, harga sapi Simental dan Limosin siap sembelih sudah mencapai Rp 18 juta sampai Rp 20 juta lebih. Itu naik dibanding sebelumnya yang hanya Rp 16 jutaan saja. “Naiknya ada Rp 2 juta, untuk yang belum siap sembelih yang biasanya hanya Rp 12 juta per ekor, sekarang sudah di atas Rp 14 juta per ekor,” katanya.
Kenaikan harga itu, jelas dia, sudah biasa terjadi menjelang Idul Adha. Pasalnya, mulai banyak orang yang mencari sapi untuk dirawat beberapa waktu dan kemudian dikurbankan. “Meski populasi sapi di pasar sudah banyak, pembelinya belum terlalu banyak. Tapi kalau H-7 pasti membludak,” terangnya.
Hanya saja, di tengah harga bagus dan permintaan pasar yang mulai tumbuh, Agung menyebut stok sapi berukuran besar yang siap disembelih belum terlalu banyak. Stok sapi itu berkurang pesat selama masa penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa waktu lalu. “Sapi yang ada rata-rata ukuran kecil, belum siap sembelih. Yang besar sangat sedikit di sini,” tandasnya.
Agung menyampaikan tidak ada pembatasan-pembatasan yang diberlakukan di Pasar Hewan tersebut. Meski begitu, petugas medis dari Puskeswan Kalibaru selalu stand by setiap kali ada pasaran. “Puskeswan tetap memantau, kalau ada apa-apa akan disampaikan langsung ke pedagang,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi