RadarBanyuwangi.id – Petugas Pasar Hewan di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng harus memutar otak agar setoran untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) terpenuhi. Jika biasanya pasar yang khusus menjual kambing itu hanya buka sehari dalam seminggu, kini dilaksanakan dua hari, yakni pada Selasa dan Sabtu.
Koordinator Pasar Hewan Genteng Wetan, Agus Cahyono mengatakan, selama beberapa bulan terakhir tarikan untuk setoran PAD di pasar hewan tidak pernah memenuhi target. Itu terjadi karena jumlah kambing yang dibawa pedagang minim. “Jumlah kambingnya sedikit, otomatis iurannya juga minim,” katanya.
Tidak hanya itu, Cahyono menyampaikan jika penambahan jadwal pasaran itu juga masukan dari sejumlah pedagang yang turut merasa tidak puas, karena minimnya daya jual. “Ada beberapa pedagang yang mungkin merasa kurang pendapatannya karena sepi dan harga kambing anjlok,” katanya.
Cahyono mengaku tetap mendiskusikan hal itu dengan pedagang lain. Ia berkonsultasi dengan para pedagang yang biasanya membawa dagangan dan pengurus persatuan dagang sepeda motor (PDSM) untuk dibuka dua kali seminggu. “Kita sepakatan terlebih dahulu dengan pedagang, setelah mereka setuju akhirnya dibuka dua hari,” ujarnya.
Menurut Cahyono, saat ini harga jual kambing masih belum naik dari kisaran Rp 2 juta sampai 2.5 juta per ekor. Namun, ia memprediksi tidak lama lagi harga kambing bisa terkerek karena menjelang Idul Adha. “Biasanya Idul Adha kurang sebulan sudah naik,” katanya.
Ditanya target yang harus dicapai untuk setoran PAD, Cahyono menyampaikan dalam satu kali pasaran, atau sekali dalam seminggu ditarget Rp 1 juta. Tapi, pendapatan yang bisa dikumpulkan dari pedagang hanya sekitar Rp 450 ribu sekali pasaran. “Aturannya, setiap satu ekor kambing retribusinya Rp 3500, karena sekarang sepi pendapatannya ya berkurang. Karena kambingnya sedikit, biasanya dua ekor kambing hanya membayar Rp 5000,” bebernya.
Salah satu pedagang pasar, Mustakim menyambut positif penambahan jadwal pasaran hewan di lokasi tersebut. Pasalnya, operasionalnya kerap tidak tercukupi jika hanya berjualan sekali dalam seminggu. “Setidaknya keuntungan bisa bertambah kalau pasarannya dua kali,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi