RADAR GENTENG - Mendekati Hari Raya Idul Fitri 2025, pengunjung di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ternyata tak mengalami lonjakan yang signifikan, Kamis (27/3).
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, pengunjung yang datang tidak jauh berbeda dibanding hari-hari biasa. Bila ada kenaikan, ternyata juga sangat sedikit. Ini berbeda dengan pusat perbelanjaan yang saat ini pengunjungnya menyemut, hingga membuat jalan raya macet.
“Dari pantauan kami memang naik, tapi hanya sekitar 30 persen saja. tidak signifikan,” terang petugas Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Arif Kurniawan.
Peningkatan pengunjung yang rendah itu, jelas dia, juga dilihat dari pendapatan para pedagang yang tidak mengalami lonjakan besar. Itu bergantung pada komoditas dan barang yang dijual para pedagang.
“Untuk pedagang bahan dapur mengaku mulai ada kenaikan, pedagang daging yang melonjak. Tapi pedagang konveksi ini yang sangat sulit (masih sepi),” tuturnya.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnnya, terang dia, lonjakan pengunjung pasar mulai terjadi saat memasuki H-7 Lebaran. Warga yang datang ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur, sudah cukup banyak.
“Kalau sebelum Covid-19, lonjakan pengunjung itu sudah kelihatan saat H-10. Jalan tikus menuju pasar biasanya sudah penuh orang, sekarang tidak,” katanya.
Arif melihat persaingan dengan toko-toko online dan menjamurnya pasar-pasar desa di sekitar Pasar Genteng 1, menjadi pemicu sepinya pasar menjelang Lebaran ini.
“Ada Pasar Citra dan pasar-pasar lain. Untuk pembeli pakaian mungkin mereka lebih nyaman beli di toko besar seperti Sun East Mall atau KDS, karena bisa leluasa memilih, tidak seperti di pasar,” katanya.
Meski begitu, lanjut dia, Pasar Genteng 1 yang tersedia 400 lapak dengan pedagang yang aktif sekitar 50 orang itu, setiap harinya pengunjungmya masih ada dan nyaris tidak pernah tutup. “Pasar Genteng 1 ini mulai subuh sampai malam,” ujarnya.
Selain buka pada pagi hingga siang, masih kata dia, di Pasar Genteng 1 ini ada pasar subuh yang buka sampai pukul 06.00, sedangkan yang sore mulai pukul 15.00 sampai pukul 20.00. “Pasar Genteng 1 ini tidak pernah tutup,” ungkapnya.
Salah satu pedagang di Pasar Genteng 1, Riyono, 60, asal Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, menyampaikan menjelang Lebaran kondisi pasar masih sepi.
“Kalau dilihat jalannya memang ramai, tapi sebenarnya tidak seramai biasanya (saat menjelang Lebaran tahun-tahun sebelumnya). Setiap hari ramai, tapi belum ada lonjakan pembeli,” ucapnya.(sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin