Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Revitalisasi Dikerjakan Bulan Ini, Segini Nilai Kontrak Proyek Pasar Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 4 Oktober 2024 | 17:16 WIB
Pasar Banyuwangi akan direvitalisasi dengan total luas lahan sekitar 1 hektare. Pasar tersebut akan memiliki gedung utama yang terdiri dua lantai dengan arsitektur khas Oseng.
Pasar Banyuwangi akan direvitalisasi dengan total luas lahan sekitar 1 hektare. Pasar tersebut akan memiliki gedung utama yang terdiri dua lantai dengan arsitektur khas Oseng.

RadarBanyuwangi.id – Proyek revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan bakal dimulai bulan ini.

Kepastian ini diperoleh setelah penandatanganan kontrak pekerjaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan pihak pelaksana proyek di Surabaya pada Rabu (2/10). 

Proyek yang didanai APBN senilai Rp 190 miliar itu sempat tertunda gara-gara proses lelang yang tak kunjung tuntas.

Namun, proyek revitalisasi dipastikan segera dikerjakan setelah berlangsung penandatanganan  kontrak kerja antara Kementerian PUPR dengan pelaksana proyek.

Penandatanganan juga disaksikan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Essy Asiyah, dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyuwangi Sugirah. Para pejabat tersebut hadir secara online.

Dalam penandatanganan tersebut, pihak Pemkab Banyuwangi diwakili Asisten Bidang Sosial dan Perekonomian Dwi Yanto.

Teken kontrak kerja juga dihadiri Asisten Logistik Kodam V Brawijaya Kolonel Infanteri Wahyu Hadi Soenaryo beserta Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat

Dwiyanto menjelaskan, sesuai target dari Kementerian PUPR, revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan akan berlangsung selama 365 hari kalender dimulai sejak bulan Oktober 2024 sampai Oktober 2025.

”Revitalisasi ini merupakan sebuah pekerjaan penting karena dua bangunan tersebut akan menjadi ikon baru pusat aktivitas ekonomi rakyat dan pariwisata Banyuwangi yang tentunya akan mengungkit ekonomi daerah,” kata Dwi Yanto.

Plt Bupati Banyuwangi Sugirah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung revitalisasi Pasar Induk dan Asrama Inggrisan.

Terutama dukungan dari Kementerian PUPR yang telah mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan revitalisasi ini.

”Kami berharap proses pengerjaannya berjalan dengan lancar dan baik,” kata Sugirah.

Pasar Induk Banyuwangi akan direvitalisasi dengan total luas lahan sekitar 1 hektare (sisi utara dan selatan). Nantinya, pasar tersebut akan memiliki gedung utama yang terdiri dua lantai dengan arsitektur khas Oseng.

Pasar akan dibagi menjadi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner, dengan total 700 unit kios/lapak, serta dilengkapi dengan gedung parkir.

Sedangkan Asrama Inggrisan adalah salah satu bangunan cagar budaya di Banyuwangi yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1776.

Gedung itu kemudian diambil alih British East India Company-Kantor Dagang Inggris pada abad 18. Tempat ini lantas dijadikan kantor kabel jaringan telegram bawah laut yang menghubungkan Eropa hingga Australia.

Asrama Inggrisan akan direhabilitasi dan dipugar untuk menjadi ikon baru destinasi wisata sejarah dan budaya di Banyuwangi, dengan tetap melestarikan bentuk asli bangunan Inggrisan yang merupakan cagar budaya.

”Bagian depan pasar, jalan aspalnya juga akan diganti dengan paving. Ke depan kita proyeksikan menjadi sentra kuliner baru,” kata Sugirah.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PU CKPP Banyuwangi Bayu Hadiyanto menambahkan, tujuh hari setelah tanda tangan pekerjaan, akan ada serah terima dari Pemkab Banyuwangi kepada pemenang proyek agar bisa segera mengerjakan revitalisasi pasar.

Saat ini pasar Banyuwangi sudah siap untuk dibangun karena semua bangunan sudah diratakan.

Nantinya, secara bertahap alat-alat berat akan mulai masuk dan seluruh wilayah pasar yang menjadi bagian proyek akan ditutup sehingga tidak bisa diakses sembarangan.

”Kalau sudah tanda tangan kontrak, tinggal serah terima lapangan. Selanjutnya bisa memulai pekerjaan,” kata Bayu. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#proyek pasar #budaya #Inggrisan #revitalisasi #Destinasi Wisata #pasar banyuwangi #nilai kontrak #tender #banyuwangi #Kementerian PUPR #pupr