Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pedagang Daging Pasar Rogojampi Banyuwangi Ajukan Protes Tempat Relokasi: Omzet Penjualan Alami Penurunan

Dedy Jumhardiyanto • Selasa, 2 Juli 2024 | 17:18 WIB
SEPI PEMBELI: Saifulmenunjukkan daging sapi yang belum laku dijual disimpan dalam mesin pendingin (freezer) Senin (1/7)
SEPI PEMBELI: Saifulmenunjukkan daging sapi yang belum laku dijual disimpan dalam mesin pendingin (freezer) Senin (1/7)

Radarbanyuwangi.id - Sejumlah pedagang daging di Pasar Rogojampi, Kecamatan Rogojampi yang terdampak relokasi bangunan protes, Senin (1/7). Mereka minta kejelasan kapan revitalisasi bangunan pasar di bagian belakang itu akan dimulai.

Para pedagang mengaku sudah hampir sebulan menempati lokasi relokasi yang jaraknya sekitar 100 meter dari pasar induk. “Kami setuju dan tidak menolak jika pasar daging akan dibangun atau direvitalisasi,” ungkap Zein Alvin, salah seorang pedagang daging.

Hanya saja, terang dia, jangka waktu pengosongan hingga pedagang harus menempati tempat relokasi sangat tidak rasional. “Kami selama ini tidak bereaksi, tapi sampai kapan seperti ini. Tidak ada kejelasan sampai kapan kami menempati tempat relokasi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, Rofik, 51, pedagang daging lainnya. Menurutnya, semenjak direlokasi sejumlah pedagang, terutama pedagang daging mengalami banyak persoalan.

Salah satunya tempat relokasi yang dinilai kurang tepat, karena bersamaan dengan selep daging. “Lokasinya bising, ada enam mesin penggilingan daging. Kalau bunyi semua sangat bising, transaksi seringkali salah,” katanya.

Lokasi relokasi pedagang daging yang bersamaan dengan penggilingan daging, terang dia, itu sangat mengganggu. Dia beberapa kali transaksi batal karena saat tawar menawar selalu salah dengar.

“Waktu itu saya menawarkan harga daging sapi Rp 130 ribu per kilogramnya, tapi konsumen dengarnya Rp 110 ribu. Karena sama-sama gak dengar. Akhirnya terjadi komplain dan transaksi batal, pembeli malah kabur,” beber Rofik.

Mirisnya, jelas dia, hingga kini masih belum ada kejelasan dari pihak pengelola pasar kapan pembangunan pasar itu akan mulai dikerjakan.

Padahal, lokasinya sudah diratakan dengan tanah. “Material bangunan tidak ada, dikeruk mau dipondasi juga tidak ada aktivitas. Kalau masih belum ada kejelasan kapan dibangun, kenapa harus terburu-buru kami dipindah ke tempat relokasi,” keluhnya.

Selain bising karena lokasi yang dekat dengan mesin selep daging, para pedagang daging juga mengeluhkan minimnya pembeli. Malahan turun drastis dibanding saat masih menempati lokasi lama.

“Kalau di tempat lama ada sisa daging tapi sedikit, paling hanya lima kilogram. Kalau sekarang pembeli seperti males datang karena jauh,” ungkap Saiful, 55, salah seorang pedagang daging.

Saiful mengaku hamper setiap hari sisa daging yang tidak laku mencapai puluhan kilogram. Akibatnya, dia harus menyiapkan mesin pendingin freezer. “Kalau tidak disimpan di freezer, daging bisa busuk dan rugi besar,” katanya.

Jika kondisi ini terus berlanjut hingga berlarut-larut, pedagang khawatir akan mengalami kerugian karena stok daging tidak laku terjual. “Kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk listrik, karena ada mesin freezer,” cetusnya.

Pedagang yang terdampak relokasi ada 23 orang. Tapi yang bertahan menempati lokasi relokasi berjumlah Sembilan  pedagang. Sementara sisanya memilih mencari tempat lain. “Ada yang sewa tempat dan ada yang memilih berhenti berjualan,” cetusnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj RR Nanin Oktaviantie  mengatakan, saat ini proses pembangunan pasar daging Rogojampi masih dalam tahap administrasi persiapan lelang kegiatan. “Akhir bulan Juni 2024 dari Kemendag baru menyerahkan DIPA kegiatan ke Pemkab Banyuwangi,” ujarnya.

Nanin berharap pedagang daging bersabar, bisa dipastikan target pembangunan pasar daging dan ikan Pasar Rogojampi akan selesai sebelum akhir tahun anggaran 2024.

“Pada awal tahun 2025, para pedagang-pedagang yang saat ini direlokasi akan kembali menempati lapak-lapak yang sudah dibangun. Kami mohon para pedagang bersabar menunggu sampai tahapan proses pembangunan tuntas,” pintanya.(ddy/abi)

 

Editor : Niklaas Andries
#daging #revitalisasi pasar #tawar menawar #pasar rogojampi #pedagang daging #Relokasi #banyuwangi #dinas koperasi